Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mahasiswa ITS Kembangkan Alat Pembuat Telur Asin Berbasis Sensor NIR

📅 Rabu, 31 Des 2025, 00:00 WIB | Oleh:
Mahasiswa ITS Kembangkan Alat Pembuat Telur Asin Berbasis Sensor NIR Doc: Istimewa
Ket. Inovasi ini memanfaatkan perbedaan konsentrasi garam di luar dan dalam telur, sehingga tercapai keseimbangan yang signifikan.

SURABAYA - Guna menjaga cita rasa yang konsisten pada telur asin, salah satu tim Program Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM-KI) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan alat yang bernama Osmotic Manipulation and Near Infrared Controlled (Osmoinc). Kini, produksi telur asin bisa lebih aman dan tidak lagi membutuhkan waktu berhari-hari berkat alat canggih ini.

Ketua Tim Osmoinc ITS Achmad Mahendra menjelaskan bahwa inovasi yang dikembangkan berawal dari keresahan terhadap metode konvensional pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Proses pembuatan menggunakan kombinasi tanah liat dan garam justru memperlambat pendistribusian permintaan pasar yang semakin meningkat setiap tahunnya. “Proses selama 10 hingga 14 hari bukan waktu yang singkat untuk memenuhi kebutuhan ekspor dari negara lain,” ujar Mahen, sapaan akrabnya.

Berangkat dari permasalahan tersebut, inovasi ini mendorong para UMKM untuk menjaga higienitas dan kualitas produksi telur asin. Penerapan standar kebersihan dan kecepatan produksi dinilai penting dalam menghasilkan telur asin yang berkualitas. Kedua standar ini menjadi fondasi agar tercipta tekstur telur asin yang masir dan rasa yang lebih seragam di setiap butirnya.

Prinsip tersebut mencetuskan Osmoinc menjadi alat utama dalam memanipulasi tekanan osmosis pada penggaraman telur asin berbasis sensor Near Infrared (NIR). Lebih jelasnya, inovasi ini memanfaatkan perbedaan konsentrasi garam di luar dan dalam telur, sehingga tercapai keseimbangan yang signifikan. Pemanfaatan ini diperkuat dengan adanya analisis non-destructive menggunakan radiasi inframerah dekat untuk mengukur perbedaan konsentrasinya.

Lebih lanjut, inovasi ini memiliki kelengkapan alat dengan standar pengujian yang aman. Kelengkapan alat ini didasari dari spesifikasi desain kasar berukuran 53,4 x 56,3 x 50,2 sentimeter per kubik dengan waktu operasi lima jam berkapasitas 150 butir telur. Selain itu, penggunaan kelistrikan alat menggunakan daya 1.650 watt dan frekuensi 50 Hz yang dilapisi jenis material Galvanis dan SS316.

Lebih lanjut, inkubator otomatis ini dirancang dengan lima tahapan utama. Tahap pertama dibagi menjadi tiga subtahap yang dimulai dari perancangan sistem, penentuan kondisi operasi, hingga pembuatan model prediksi kemasiran. “Setelahnya, dilakukan pengujian kelengkapan komponen, pengujian fungsional dan hasil produk Osmoinc, serta diakhiri dengan uji coba calon pengguna,” tambah mahasiswa asal Madura tersebut.

Bukan hanya itu, pembuatan telur asin menggunakan Osmoinc terbagi menjadi empat tahapan penting. Tahap pertama, yaitu perendaman telur menggunakan asam asetat 15 persen selama lima menit. Selanjutnya, asam asetat dikeluarkan dengan pembilasan menggunakan air bersih, lalu dilakukan perebusan telur menggunakan NaCl 30 persen selama empat jam pada suhu 70 celsius. Terakhir, telur yang sudah direbus akan dilakukan pengecekan kemasiran melalui sensor NIR.

Meskipun terlihat kompleks, beberapa manfaat pokok terkandung melalui proses produksi alat ini. Contohnya, telur asin akan memiliki penetrasi garam yang lebih efisien dan daya simpan telur yang lebih meningkat. “Selain itu, telur asin yang semula cepat tumbuh mikroba, ketika menggunakan Osmoinc akan mengurangi kembangbiaknya sehingga mudah dikendalikan,” papar mahasiswa Departemen Teknik Kimia Industri tersebut.

Melalui inovasi ini, ITS menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pencapaian tersebut merujuk pada poin ke-2 tentang Tanpa Kelaparan, poin ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta poin ke-9 tentang Infrastruktur, Industri, dan Inovasi. “Adanya perwujudan ini, harapannya mahasiswa ITS dapat terus semangat sehingga mampu mengembangkan inovasi yang lebih berdampak,” tutupnya optimistis. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.