Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KPK Malaysia Tangkap Lima Perwira Militer dan Satu WNI yang Diduga Terlibat Sindikat Penyelundupan

📅 Kamis, 14 Agu 2025, 11:13 WIB | Oleh:
KPK Malaysia Tangkap Lima Perwira Militer dan Satu WNI yang Diduga Terlibat Sindikat Penyelundupan Doc: Istimewa
Ket. Gambar yang dirilis oleh polisi menunjukkan para tersangka, termasuk seorang warga negara Indonesia, ditangkap dalam penggerebekan Rabu (13/8) pagi.

PUTRA JAYA - Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia atau Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC) pada Rabu (13/8) dilaporkan berhasil mengungkap sindikat penyelundupan besar yang diduga didalangi oleh perwira senior angkatan bersenjata yang beroperasi di bagian selatan negara itu.Dari South China Morning Post, operasi tersebut, yang diberi nama kode Ops Sohor, dilakukan dengan pengerahan pasukan taktis. Sumber mengatakan lima perwira militer senior dan lima warga sipil, termasuk seorang warga negara Indonesia berusia antara 30 tahun dan 55 tahun, ditangkap di sekitar Lembah Klang dalam serangan simultan mulai pukul 6.30 pagi pada hari Rabu (13/8).Para perwira, dari unit intelijen angkatan bersenjata, termasuk dua pensiunan anggota divisi yang sama.Mereka telah ditugaskan untuk memantau dan mencegah kegiatan penyelundupan, tetapi diyakini telah berkolusi dengan sindikat selama lima tahun terakhir, dilaporkan mengumpulkan keuntungan lebih dari 3 juta ringgit (712.000 dolar AS).Investigasi awal mengungkapkan bahwa para tersangka diduga telah membocorkan informasi operasional militer kepada penyelundup dan berkonspirasi untuk membawa barang-barang terlarang seperti narkoba, rokok dan selundupan lainnya dari negara-negara tetangga. Kegiatan penyelundupan diperkirakan bernilai sekitar 5 juta ringgit per bulan."Para tersangka diyakini telah menerima suap antara 30.000 ringgit dan 50.000 ringgit untuk setiap perjalanan penyelundupan," kata seorang sumber. Penggerebekan, yang mengikuti operasi pengawasan selama setahun, juga menyebabkan penyitaan lebih dari 63.000 ringgit dalam bentuk tunai, beberapa paket obat-obatan, peralatan penimbangan dan pengukuran, minuman beralkohol, dan replika senjata api dari tempat yang ditargetkan.Sumber menggambarkan jaringan penyelundupan yang melibatkan perwira senior sebagai “besar dan kompleks” dan sulit untuk dibongkar.Selama penggerebekan, seorang wanita Indonesia tanpa dokumen perjalanan yang valid juga ditahan. Dia diyakini memiliki hubungan dengan salah satu perwira militer yang sedang diselidiki.Ketika dihubungi, Wakil Kepala Komisaris Operasi MACC, Ahmad Khusarii Yahaya mengkonfirmasi penangkapan tersebut. Kasus ini sedang diselidiki berdasarkan Bagian 16 (a) (B) dari MACC Act 2009.Dia menekankan bahwa operasi harus berfungsi sebagai pengingat serius bagi semua pihak, mengingat bahwa kegiatan penyelundupan menjadi ancaman bagi keamanan nasional.“Meskipun memiliki beberapa lembaga untuk memantau dan mengambil tindakan, kegiatan penyelundupan masih bertahan,” katanya.Semua tersangka akan dibawa ke Pengadilan Hakim Putrajaya pada hari Kamis untuk aplikasi penahanan berdasarkan Bagian 117 dari KUHP.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.