Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jembatan Gantung Bantaragung-Pemalang yang Putus Kini Kembali Terhubung

📅 Jumat, 03 Apr 2026, 09:46 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Jembatan Gantung Bantaragung-Pemalang yang Putus Kini Kembali Terhubung Doc: istimewa
Ket. Jembatan Gantung Bantaragung di Desa Sokawati, kec.Ampelgading, kab. Pemalang, Jawa Tengah yang sebelumnya terputus akibat banjir bandang pada Januari 2026, kini kembali terhubung membantu aktivitas masyarakat

PEMALANG– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat memulihkan konektivitas warga melalui penyelesaian rehabilitasi Jembatan Gantung Bantaragung di Desa Sokawati, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, yang sebelumnya terputus akibat banjir bandang pada Januari 2026, sehingga kini kembali menghubungkan aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.

Jembatan Gantung Bantaragung sebelumnya mengalami kerusakan berat hingga roboh akibat banjir bandang di Kali Comal yang berdampak signifikan terhadap akses transportasi warga. Kondisi tersebut sempat menghambat mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian dan kegiatan ekonomi lainnya.

Menindaklanjuti instruksi Menteri PU Dody Hanggodo, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng–DI Yogyakarta segera berkoordinasi dengan TNI dan Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk mempercepat rehabilitasi Jembatan Gantung Bantaragung.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo, salah satu tugas kami yang paling utama adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga dapat berjalan. Saya menginstruksikan kepala balai saya untuk segera melakukan rehabilitasi Jembatan di Kabupaten Pemalang tersebut. Desa yang terisolir harus segera bisa terhubung. Alhamdulillah saat ini atas kerjasama antara Kementerian PU, TNI, Pemda, dan seluruh unsur masyarakat sudah kembali tersambung,” ujar Menteri Dody.

Dalam peresmian jembatan yang dilakukan pada Rabu (1/4), Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat penanganan akses di wilayah terdampak bencana dan daerah pelosok.

“Pembangunan jembatan ini merupakan tindak lanjut arahan Bapak Presiden kepada Kementerian PU, TNI, dan Pemerintah Daerah untuk membantu kesulitan masyarakat di wilayah yang terdampak,” ujar Mayjen Achiruddin.

Kepala BBPJN Jateng–DI Yogyakarta Moch. Iqbal Tamher menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung ini merupakan bentuk kolaborasi antara Kementerian PU, TNI melalui Kodam IV Diponegoro dan Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Jembatan Gantung Bantaragung memiliki total panjang 162 meter, terdiri atas bentang utama 67 meter dan jalan pendekat sepanjang 95 meter. Jembatan ini dibangun kembali oleh BBPJN Jateng–DI Yogyakarta pada akhir Januari sampai pertengahan Februari 2026.

Pekerjaan yang dilakukan meliputi pembangunan kembali struktur jembatan gantung, penguatan kabel utama dan menara penyangga, perbaikan lantai jembatan, serta pemasangan perlengkapan keselamatan bagi pengguna. 

Jembatan yang menghubungkan Dukuh Bantaragung dan Dukuh Kalilanang di Desa Sokawati selama ini menjadi akses utama bagi mobilitas warga. 

Dengan kembali berfungsinya jembatan tersebut, masyarakat kini dapat beraktivitas dengan lebih lancar, aman, dan nyaman. 

Selanjutnya, Kementerian PU menyerahkan pengelolaan dan pemeliharaan jembatan kepada Pemerintah Kabupaten Pemalang agar keberlanjutan fungsi infrastruktur dapat terjaga secara optimal.

Kementerian PU berharap infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. 

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menyampaikan apresiasi atas dukungan penanganan infrastruktur di wilayahnya, termasuk penyelesaian Jembatan Gantung Bantaragung. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.