Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kota Surabaya Miliki RPH Unggas Berkapasitas 5.000 Ekor/Hari

📅 Kamis, 21 Agu 2025, 21:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kota Surabaya Miliki RPH Unggas Berkapasitas 5.000 Ekor/Hari Doc: Antara
Ket. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di sela meninjau rumah potong hewan (RPH) unggas di Surabaya, Kamis (21/8).

Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur kini memiliki rumah potong hewan (RPH) unggas berkapasitas lima ribu ekor per hari, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar di kota setempat.

Direktur Utama (Dirut) PT RPH Perseroda Fajar Arifianto Isnugroho di Surabaya Kamis (21/8), mengatakan RPH khusus unggas di wilayah Jeruk, Kecamatan Lakarsantri ini adalah yang pertama di Surabaya.

"Kapasitas RPH unggas ini cukup besar. Setiap harinya mampu melakukan pemotongan unggas hingga lima ribu ekor. Biaya pemotongannya pun juga cukup murah yakni seribu rupiah per kilogram," katanya.

Ia mengemukakan, RPH unggas ini berbeda dengan tempat pemotongan unggas yang ada di pasar karena memiliki sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan sertifikat halal.

"Jadi RPH unggas ini memiliki standar higiene sanitasi punya NKV dan sertifikat halal sehingga menambah kepastian orang untuk mengonsumsi ayam yang setiap harinya kebutuhannya sangat besar," ucapnya.

Fajar menerangkan pihaknya akan menambah alat pendingin untuk penyimpanan ayam potong dengan tujuan ketika kondisi pasar ini membutuhkan intervensi mampu menyimpan ayam dengan jumlah yang cukup.

"Karena inflasi ayam ini kan cukup tinggi, maka harapannya dengan adanya RPH unggas ini selain jasa potong juga membantu menstabilkan harga ayam di pasar tradisional. Kami juga akan kembangkan ke boneless (daging tanpa tulang) dan parting (pemotongan bagian)," tuturnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di sela peresmian RPH unggas tersebut menjelaskan peralatan yang digunakan oleh RPH unggas sudah sesuai standar pemotongan unggas. Bahkan, proses pemotongan unggas di RPH unggas Jeruk lebih cepat dan bersih.

"Ternyata alatnya sudah sangat modern seperti ini. Jadi kelihatan betul cara pemotongannya, sehingga lebih sempurna," ujarnya.

Ia mengatakan, sejak peresmian hari ini seluruh pasar di Kota Surabaya tidak diperbolehkan lagi untuk memotong unggas di dalam pasar. Tujuannya, agar pasar lebih bersih dan tidak menimbulkan limbah atau kotoran unggas.

"Selain itu, ketika unggas dipotong melalui RPH unggas akan lebih terjamin kebersihan dan sertifikasi halalnya," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

36 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.