Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kota Madiun Raih Penghargaan Indeks Digitalisasi Tertinggi se-Jatim

📅 Rabu, 26 Nov 2025, 07:40 WIB | Oleh:
 Kota Madiun Raih Penghargaan Indeks Digitalisasi Tertinggi se-Jatim Doc: antara foto
Ket. Wakil Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun saat terima penghargaan indeks digitalisasi se-Jatim.

MADIUN - Kota Madiun meraih penghargaan sebagai Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2025 dengan indeks tertinggi.

Piagam penghargaan diterima Wakil Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun bersamaan dengan giat High Level Meeting TPID, TP2DD, dan TP2ED Provinsi Jawa Timur 2025 di Surabaya, Selasa (25/11).

"Digitalisasi di Kota Madiun memang baik. Hampir di semua pelayanan OPD sudah digitalisasi. Hal ini yang menunjang indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah di Kota Madiun tertinggi," ujar Bagus Panuntun dalam keterangannya.

Sesuai data, indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Semester I untuk Kota Madiun mencapai 99,75 poin.

Bagus Panuntun menyebut capaian itu tak terlepas dari kinerja baik jajaran Pemkot Madiun, khususya di bidang digitalisasi terkait keuangan di Kota Madiun.

"Bukan hanya di OPD tetapi juga di masyarakat. Seperti diketahui pembayaran secara non-tunai sudah mengakar di Kota Pendekar. Bahkan, sudah menyentuh transaksi di tingkat bawah seperti di lapak-lapak UMKM kelurahan hingga pedagang pasar tradisional," katanya.

Wakil Wali Kota Bagus Panuntun mencontohkan mulai dari perizinan, urusan pendapatan, adminduk, dan pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan sudah berbasis digitalisasi.

Ini juga merambah ke masyarakat. Masyarakat di Kota Madiun sudah cukup melek digitalisasi, termasuk untuk transaksi keuangan nyaris semua jual-beli sudah secara Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

"Kita tahu bahwa pedagang-pedagang kecil, seperti di lapak sudah memakai QRIS di Kota Madiun. Jadi bukan hanya di resto atau kafe saja,’’ jelasnya.

Bagus berharap apa yang sudah baik bisa terus ditingkatkan. Masyarakat harus terus didekatkan dengan layanan digitalisasi, sebab hal itu tidak hanya mempermudah layanan, tetapi juga lebih cepat, praktis, dan efisien.

"Harapannya, tentu apa yang dicapai ini minimal dipertahankan dan ditingkatkan. Termasuk kekurangan nilai 0,25 itu, semoga bisa kita raih di 2026 mendatang menjadi 100 poin," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

49 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.