Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korut Tuduh AS dan Korsel Kirim Pesawat dan Kapal Mata-mata

📅 Senin, 27 Mei 2024, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korut Tuduh AS dan Korsel Kirim Pesawat dan Kapal Mata-mata Doc: AFP/KCNA VIA KNS
Ket.   Satelit Mata-mata l Dokumentasi foto memperlihatkan sebuah roket yang membawa satelit mata-mata Korut diluncurkan dari sebuah lokasi rahasia pada Mei tahun lalu. Korsel pada akhir pekan lalu menyatakan bahwa mereka telah mendeteksi tanda-tanda bahwa Korut sedang bersiap untuk meluncurkan satelit mata-mata militer lainnya.

SEOUL - Korea Utara (Korut) pada Minggu (26/5) menuduh Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) melakukan banyak spionase udara di sekitar semenanjung, dan memperingatkan bahwa mereka akan mengambil tindakan segera jika kedaulatan mereka dilanggar.

"AS telah mengerahkan puluhan pesawat militer dalam spionase udara terhadap Korut dari 13 hingga 24 Mei," kata Wakil Menteri Pertahanan Korut, Kim Kang-il dalam sebuah pernyataan. "Kegiatan spionase yang diamati selama jangka waktu 12 hari berada pada tingkat di luar situasi masa perang," imbuh dia dalam pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita KCNA.

Kim Kang-il menyatakan bahwa spionase militer yang bermusuhan, ditambah dengan berbagai latihan militer, telah menjadi akar penyebab meningkatnya ketegangan militer regional.

Pejabat tersebut juga mengecam Angkatan Laut Korsel atas apa yang disebutnya sebagai intrusi musuh melintasi perbatasan laut dan mengklaim bahwa tindakan tersebut dilakukan dengan kedok sedang melakukan patroli.

Kim Kang-il juga mengatakan militer Korut akan mengambil tindakan militer yang diperlukan dan menambahkan bahwa konsekuensi berbahaya akan terjadi jika sering terjadi intrusi melintasi perbatasan maritim Korut.

Kim Kang-il juga menargetkan pengiriman balon berisi selebaran anti-rezim oleh kelompok masyarakat sipil Korsel yang melintasi perbatasan dan menyebutnya sebagai provokasi berbahaya dan memperingatkan konsekuensi tindakan pembalasan.

Hubungan antar-Korea berada pada titik terendah dalam beberapa tahun terakhir, dengan Pyongyang menyatakan Seoul sebagai musuh utama. Korut bahkan saat ini telah membubarkan lembaga-lembaga yang didedikasikan untuk reunifikasi dan mengancam perang atas terjadi pelanggaran teritorial.

Korsel dan sekutu keamanan utamanya, AS, secara rutin melakukan latihan militer gabungan, yang menurut mereka diperlukan untuk mencegah meningkatnya ancaman dari Korut yang mempunyai senjata nuklir.

Pyongyang menganggap semua latihan tersebut sebagai latihan invasi, dan diketahui melakukan uji senjata dan latihan balasan sebagai tanggapannya.

Peluncuran Satelit

Sementara itu militer Korsel pada Jumat (24/5) lalu mengatakan bahwa mereka telah mendeteksi tanda-tanda bahwa Korut sedang bersiap untuk meluncurkan satelit mata-mata militer lainnya.

Korut yang memiliki senjata nuklir, dilarang oleh berbagai resolusi PBB untuk melakukan uji coba menggunakan teknologi balistik, dan para analis mengatakan ada tumpang tindih teknologi yang signifikan antara kemampuan peluncuran ruang angkasa dan pengembangan misil balistik.

Tahun lalu Pyongyang berhasil menempatkan satelit mata-mata militer ke orbit dan sejak saat itu mengklaim pihaknya berhasil memperoleh gambar situs militer utama AS dan Korsel.

Pada Jumat, Seoul mengatakan otoritas intelijen Korsel dan AS akan memantau dengan cermat dan melacak tren terkait ketika keadaan yang dianggap sebagai persiapan untuk peluncuran satelit pengintai militer lainnya yang baru-baru ini terdeteksi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.