Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Khofifah Mengajak Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Menguatkan Toleransi di Tengah Iklim Multi Kultur

📅 Kamis, 04 Mei 2023, 20:31 WIB | Oleh:
Khofifah Mengajak Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Menguatkan  Toleransi di Tengah Iklim Multi Kultur Doc: Istimewa
Ket. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, bersama para rektor PTKIN dalam ajang Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2023, di Surabaya, Kamis (4/5).

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada Kamis (4/5), mengajak para rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk menjaga dan meningkatkan moderasi dan toleransi di tengah iklim multi kultur di Indonesia.

Menurutnya, multikultur di Indonesia adalah bagian dari kekayaan dan kekuatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus terus dijaga dengan cara terus membunyikan pentingnya harmoni.

"Saya mengingatkan kembali multikultur di Indonesia adalah sebuah kekayaan sekaligus kekuatan dan menjadi bagian penting untuk membangun harmonius partnership diantara keberagaman yang ada," kata Khofifah dalam ajang Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2023, di Surabaya.

"Bagaimana membangun harmonisasi antar suku antar budaya antar tradisi antar agama antar daerah. Jika tidak dipupuk maka sangat mungkin bisa menyebabkan disharmoni, kalau di dalam proses menanam kalau disiram dia tumbuh subur kalau tidak disiram dia bisa kering bahkan dia juga bisa mati," tambahnya.

Menurut dia, dalam perkembangan zaman pasti timbul dinamika-dinamika tertentu yang mengharuskan semua pihak mampu beradaptasi. Baik dinamika internal maupun eksternal. Dinamika internal dalam negeri seperti dinamika suku-suku bangsa, agama, tradisi-tradisi, budaya-budaya yang terus mengalami proses adaptasi dan implementasi nilai-nilainya.

Khofifah mengungkapkan, banyak negara di dunia yang ingin tahu bagaimana Indonesia menjaga kerukunan dan persatuan dari banyaknya suku bangsa yang ada. Karena bagi beberapa negara yang memiliki keberagaman tak sekaya Indonesia, menjaga persatuan dan kesatuan adalah hal yang tidak mudah.

"Presiden Ashraf Ghani ketika masih menjadi presiden Afghanistan sebelum jatuh ke tangan Taliban pernah bertanya kepada Pak Presiden Jokowi apa yang sebetulnya menjadi penguat dari suasana yang kondusif di Indonesia," ungkapnya.

Oleh sebab itu, ia menjelaskan bahwa moderasi toleransi harus terus diupayakan, dibangun, dan dihidupkan untuk menjaga harmoni di negeri ini. Proses ini menurut Khofifah harus diikhtiarkan oleh semua pihak dan seluruh masyarakat, termasuk yang ada dalam forum AICIS.

"Jadi kalau konsepnya pak rektor UINSA itu ada tawasuth tasamuh, pola-pola ini tidak bisa dibiarkan sebagai naskah tekstual atau literatur, ini harus terus dibunyikan harus terus diingatkan kepada seluruh warga bangsa," jelasnya.

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan bahwa di Provinsi yang ia pimpin, harmoni menjadi satu diantara sembilan bakti yang diupayakan untuk memuliakan masyarakat Jawa Timur yang dimanifestasikan melalui Jatim Harmoni.

Mantan menteri sosial ini menyebut bahwa Jatim memiliki kultur-kultur besar yang menuntut semua pihak untuk dapat membangun proses moderasi dan toleransi. Di forum tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan apa yang terus diupayakan di Jawa Timur bisa menjadi referensi bagi semua pihak dalam membangun toleransi dan moderasi mewujudkan kehidupan yang harmoni.

"Kekuatan-kekuatan yang dimiliki oleh Provinsi Jawa Timur yang baik boleh dialirkan ke provinsi Bapak Ibu sekalian, yang kurang tepat berhenti sampai di sini karena tidak mungkin semua direplikasi seratus persen," ujarnya.

AICIS sendiri merupakan forum tahunan pertemuan ilmiah yang mengkaji tentang perkembangan dan kemajuan ilmu-ilmu ke-Islam-an di lingkungan Perguruan Tinggi Islam di tanah air, agenda rutin tahunan yang mendapat dukungan penuh dari Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama R.I.

Di gelaran AICIS yang kedua puluh dua, refleksi terhadap sejarah perjalanan forum kajian ini perlu diangkat kepermukaan. Tujuannya untuk melihat kembali seberapa besar kontribusi yang telah diberikan dalam mendukung kebijakan pengembangan ilmu-ilmu ke-Islam-an sebagai "core" dari kurikulum Pendidikan Tinggi Islam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.