Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Khofifah Dorong UMKM Berkembang dalam Ekosistem Digital

📅 Senin, 09 Okt 2023, 00:02 WIB | Oleh:
Khofifah Dorong UMKM Berkembang dalam Ekosistem Digital Doc: Istimewa
Ket. Kontribusi sektor UMKM pada PDRB Jawa Timur memiliki persentase 58,4 persen pada akhir 2022 lalu.

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada Minggu (8/10) mengajak seluruh elemen strategis di Jatim untuk terus memberikan penguatan lewat pendampingan untuk mendorong UMKM naik kelas.

"PR kita berikutnya, bagaimana mendekatkan pelaku UMKM dengan digital IT dan ekosistem digital lainnya. Untuk itu, saya mohon kepada semuanya yang memiliki kemampuan untuk melakukan pendampingan dan kemampuan untuk bisa mendorong tumbuh kembang UMKM agar cepat naik kelas," ujarnya saat menutup gelaran Jatim Fest 2023 di Jatim International Expo, Surabaya.

Menurut Khofifah, itu penting dilakukan mengingat kontribusi sektor UMKM pada PDRB Jatim memiliki persentase 58,4 persen pada akhir 2022 lalu.

"Jika produk K-UMKM terus ditumbuh kembangkan, maka kurator-kurator juga bisa dilatih agar bisa diberikan sertifikasi. Seperti yang diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI) yang kemudian dikuatkan oleh berbagai perguruan tinggi lainnya juga ikut memberikan pelatihan-pelatihan bagi calon-calon kurator tersertifikasi.

Ia juga menyebutkan, produk-produk K-UMKM juga harus diperhatikan sertifikasi halalnya. Sebab nantinya ketika ada market yang besar membutuhkan, maka mereka sudah memiliki produk yang layak untuk mengakses market lebih luas, lebih besar dengan quality control yang terstandarisasi.

"Bagaimana produk-produk ini terverifikasi sebagai produk halal menjadi penting. Karena kebutuhan untuk menguatkan sertifikasi produk halal ini tidak bisa serta-merta entry data lewat sistem online saja," tegasnya.

Khofifah mengatakan, hal tersebut menjadi perhatian, sebab ada beberapa produk khususnya makanan dan minuman yang membutuhkan syarat penelitian laboratorium guna mendapatkan sertifikasi halal. Sedangkan laboratorium yang ada belum cukup untuk bisa memberikan percepatan secara lebih signifikan.

"Sebetulnya sudah ada laboratorium milik BPOM, tapi bahwa keberadaan laboratorium lain yang mampu melakukan sertifikasi halal juga dibutuhkan untuk bisa memberikan percepatan terhadap mamin kita dengan sertifikasi halal," katanya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Digelar selama lima hari, pameran produk-produk UMKM ini mencatatkan transaksi hingga mencapai 16.144.656.000 rupiah dengan total pengunjung 30.825 orang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

55 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.