Khofifah Ajak Kalangan Milenial Mencintai Masjid
📅 Rabu, 22 Mar 2023, 19:41 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Koran Jakarta / Selocahyo
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan, datangnya Bulan Ramadhan selalu disambut gembira oleh berbagai komunitas muslim di belahan dunia. Begitu juga di Jawa Timur, yang dimeriahkan dengan Festival Ramadhan GenZI (Generasi Z Islami) di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Selasa (21/3) malam.
Program yang digagas takmir Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya tersebut diisi dengan serangkaian kegiatan bernuasa tradisi, lomba, dan berbagai kajian untuk Generasi Z Islami selama bulan Ramadhan 1444 H.
"Ini adalah bagian dari format kebahagiaan datangnya bulan Romadhan. Ada pra conditioning dari mulai anak-anak sampai kemudian remajanya," Kata Khofifah usai membuka acara.
Festival Ramadhan GENZI dengan tema "Ramadhan Ceria Indah Bahagia" ini diramaikan dengan lomba vlog, fotografi, hadrah albanjari, bercerita Islami, patrol, mewarnai diikuti oleh anak dan orang tua, lato lato bershalawat, baca puisi dan Lomba Musabaqoh Hifdzil Quran. Pada peluncuran Festival Ramadhan GenZI ini juga dilakukan lantunan shalawat bersama majelis sholawat syubbanul muslimin yang dipimpin Gus Hafidh dan Gus Azmi dari Probolinggo.
Khofifah mengatakan, dengan mengajak generasi milenial menyambut bulan suci Ramadhan merupakan bagian dari upaya menumbuhkan rasa cinta kepada masjid untuk kalangan milenial.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Termasuk hari ini kita melakukannya di Masjid Nasional Al-Akbar, kita bersyukur dapat jadwal dari Gus hafidz dan Gus Azmi. Jadi majelis sholawat syubbanul muslimin yang hampir 99 persen komunitasnya adalah milenial bahkan mereka juga banyak yang masuk kategori usia anak-anak,"katanya.
Festival Ramadhan GenZI berlangsung setiap hari mulai tanggal 21 Maret sampai 26 April 2023 dengan fokus menyasar Generasi Z. Alasan khusus diusungnya tema Gen Z, karena dalam Ramadhan beberapa tahun terakhir jamaah masjid didominasi remaja.
"Mulai tahun kemarin pada saat di 10 hari terakhir rupanya 70% sudah milenial, jadi format-format peribadatan di 10 hari terakhir sudah lebih banyak milenial. Ini menjadi bagian penting bagaimana mereka mencintai masjid," ungkapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hormati perbedaan
Tak hanya itu, orang nomor satu di Jatim ini juga mengajak masyarakat menjaga kerukunan dan persaudaraan bersama terlebih awal bulan Ramadhan tahun ini bersamaan dengan Hari Raya Nyepi yang merupakan Hari Besar umat Hindu. Ia mengharapkan kerukunan, saling menghargai, saling menghormati diantara masyarakat terus dapat dibangun.
"Besok hari Nyepi tetap kita membangun persaudaraan secara substantif. Pesan saya selalu guyub rukun saling tepo seliro saling memberikan penghargaan dan penghormatan yang satu dengan yang lain," ajaknya.
Selain itu, penentuan awal masuknya bulan Ramadhan kerap kali terjadi perbedaan di kalangan umat muslim sendiri. Terkait hal itu, Gubernur Khofifah berpesan agar masyarakat tetap saling menghormati perbedaan tersebut.
Ketum PP Muslimat NU itu menjelaskan bahwa perbedaan yang timbul lantaran perbedaan metode penentuan awal Ramadhan adalah bagian dari Rahmat yang harus disyukuri. Oleh sebab itu, ia berharap semua umat Muslim di Indonesia bisa menerima, menghargai dan menghormati.
"Apakah kemudian besok malam mulai tarawih atau besok malam ada yang terawih dan ada besok lusa baru mulai, saya tetap mengajak semua masyarakat Jawa Timur ayo guyub rukun saling memberikan penghormatan saling menghargai yang satu dengan yang lain sambil menunggu hasil sidang isbath Kemenag RI," ajaknya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!