Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kerugian akibat Cuaca Ekstrem Dapat Mencapai US$5 Triliun

📅 Jumat, 13 Okt 2023, 00:02 WIB | Oleh:
Kerugian akibat Cuaca Ekstrem Dapat Mencapai US$5 Triliun Doc: ISTIMEWA
Ket. Lloyd’s memodelkan kerugian ekonomi global akibat peristiwa cuaca ekstrem dengan memperkirakan dampak guncangan pangan dan air terhadap produk domestik bruto global.

LONDON - Bursa asuransi Lloyd's of London, pada Rabu (11/10), mengatakan kerugian ekonomi global bisa mencapai lima triliun dollar AS jika terjadi peningkatan yang masuk akal dalam peristiwa cuaca ekstrem terkait perubahan iklim yang menyebabkan kegagalan panen serta kekurangan pangan dan air.

Dikutip dari The Straits Times, Lloyd's, yang melakukan penelitian bersama Cambridge Centre for Risk Studies, menekankan skenario risiko sistemik, yang memodelkan dampak ekonomi global akibat cuaca ekstrem, masih bersifat hipotetis. Namun dikatakan upaya ini akan meningkatkan pemahaman dunia usaha dan pembuat kebijakan mengenai paparan mereka terhadap ancaman penting seperti cuaca ekstrem.

Lloyd's mengatakan ketika perkiraan kerugian sebesar lima triliun dollar AS dalam periode lima tahun disesuaikan dengan kemungkinan terjadinya peristiwa cuaca ekstrem tersebut, perkiraan kerugian ekonomi global adalah sebesar 711 miliar dollar AS.

"Perekonomian global menjadi lebih kompleks dan semakin rentan terhadap ancaman sistemik," kata Trevor Maynard, Direktur Eksekutif Risiko Sistemik di Cambridge Centre for Risk Studies.

Dia menambahkan penelitian ini akan membantu dunia usaha dan pembuat kebijakan mengeksplorasi potensi dampak dari skenario ini.

Guncangan Pangan

Lloyd's memodelkan kerugian ekonomi global akibat peristiwa cuaca ekstrem dengan memperkirakan dampak guncangan pangan dan air terhadap produk domestik bruto global selama periode lima tahun.

Kerugian rata-rata tertimbang pada tiga tingkat keparahan yang dimodelkan, besar, parah dan ekstrem, adalah lima triliun dollar AS selama lima tahun, berkisar dari tiga triliun dollar AS pada skenario tingkat keparahan paling rendah hingga 17,6 triliun dollar AS pada skenario paling ekstrem.

Lloyd's juga membuat model untuk peristiwa yang terkonsentrasi di wilayah tertentu dikatakan peristiwa cuaca ekstrem yang berpusat di Tiongkok Raya akan menyebabkan kerugian terbesar, sebesar 4,6 triliun dollar AS.

"Kawasan Karibia akan kehilangan 19 persen PDB-nya selama lima tahun jika peristiwa cuaca ekstrem terkonsentrasi di sana," bunyi perkiraan Lloyd.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.