Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kerja Sama UI, IPB, Trisakti, dan RCE Belanda Ungkap Potensi Aset Bersejarah di Depok Lama

📅 Jumat, 14 Mar 2025, 21:23 WIB | Oleh:
Kerja Sama UI, IPB, Trisakti, dan RCE Belanda Ungkap Potensi Aset Bersejarah di Depok Lama Doc: (Dok. Humas UI - INDEPENDENMEDIA.ID )
Ket. Konsep pengembangan aser bersejarah Depok Lama hasil kolaborasi UI dengan beberapa universitas lain dan satu lembaga asalo Belanda.

DEPOK - Universitas Indonesia (UI) berkolaborasi dengan IPB University dan Universitas Trisakti serta lembaga luar negeri Heritage Hands-On dan Rijksdienst voor het Cultureel Erfgoed, the Netherlands (RCE) menerbitkan buku berjudul "Menyingkap Potensi Aset Bersejarah Depok Lama".

Buku hasil lokakarya “Metode Pemindaian Cepat Lanskap Perkotaan Bersejarah dengan Studi Kasus Depok Lama” ini diterbitkan UI Publishing pada 2025.

Dekan Fakultas Teknik UI Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, di Depok, Jumat, menyebutkan Depok Lama adalah bagian dari sejarah kota yang memiliki nilai arsitektural dan budaya tinggi.

Oleh karena itu, Depok Lama harus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan agar dapat menjadi ikon bersejarah yang tidak hanya memperkuat identitas kota, tetapi juga membawa manfaat ekonomi melalui pariwisata budaya.

1741942421_6b8bdc9fa77d5c4de7ad.jpg



“Untuk mewujudkan struktur perkotaan yang konsisten, baik secara bendawi maupun tak benda, visi dan prinsip hasil lokakarya perlu diuraikan dengan kerja sama semua pemangku kepentingan, sehingga strategi dan rencana sesuai dengan visi dan prinsip yang berlaku," katanya.

Dengan demikian, kegiatan di area tersebut akan saling melengkapi dan meningkat kualitasnya, sehingga Depok Lama dapat menjadi aset penting bagi Kota Depok.

Penulisan buku tersebut melibatkan tim yang terdiri atas peserta lokakarya dan fasilitator, yaitu M. Shalahuddin Al Ayyubi, Vera D. Damayanti, Hasti Tarekat, Melana Effendi, Erisca Febriani, Sumaiyah Fitriandini, Arfianty Hutuba, Erna Meutia, Andhi Seto Prasetyo, Jacqueline Rosbergen, Luki Safriana, Daffa Shiddiq, Peter Timmer, Mukti Teguh Wijaya, dan Punto Wijayanto.

Prof. Kemas dan tim mengulas aset bersejarah Depok Lama yang berpotensi untuk dikembangkan.

Ulasan tersebut disampaikan dalam dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan Metode Pemindaian Cepat Lanskap Perkotaan Bersejarah atau Historic Urban Landscape (HUL) Quick Scan Method.

Ulasan dimulai dengan pembahasan aspek sejarah, gambaran Kota Depok, seperti tata letak dan tipologi, hingga proposal untuk perspektif masa depan.

Mantan Wali Kota Depok Mohammad Idris menyebut Pemerintah Kota Depok menyadari bahwa nilai sejarah kota merupakan aset penting yang perlu dijaga.

“Kami merasa nilai sejarah yang terkandung dalam lanskap Kota Depok seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat Depok secara khusus. Kami berharap hasil lokakarya ini dapat menjadi contoh bagi pemerintah kota lain dalam mengelola lanskap bersejarah kota mereka,” kata Idris.

Depok Lama masih menyimpan elemen-elemen lanskap bersejarah yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan kota modern.

Menurut perwakilan dari IPB University Vera D. Damayanti, pendekatan restorasi dan pelestarian harus mempertimbangkan keaslian arsitektur lokal dan tatanan lanskap sejarah, sehingga keunikan karakternya terjaga, sekaligus memberikan ruang bagi inovasi yang relevan dengan kebutuhan kota masa kini.

Hasil lokakarya di Depok Lama memberikan beberapa usulan yang inspiratif tentang berbagai bentuk pengembangan yang mungkin dapat dikerjakan dalam kawasan.

Perwakilan RCE Peter Timmer dan Jacqueline Rosbergen mengatakan hasil ini mungkin tidak memberikan solusi final, tetapi menunjukkan langkah awal dalam menciptakan pendekatan terpadu yang dipandu oleh warisan budaya, berbasis masyarakat, dan terintegrasi dengan masa depan Depok Lama.

Hingga saat ini Depok Lama masih dikenal melalui elemen arsitektur dan fitur perkotaan.

Namun, Punto Wijoyanto dari Universitas Trisakti melihat elemen tersebut perlahan menghilang karena mengalami kerusakan dan kekurangan koherensi yang parah sehingga tidak dapat dirasakan sebagai suatu kota yang koheren.

Oleh sebab itu, keberhasilan menjaga dan mengembangkan Depok Lama sebagai aset bersejarah sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat.

Hasti Tarekat dari Heritage Hands-On menekankan pentingnya pelibatan komunitas lokal dalam pelestarian untuk membangun rasa memiliki dan menciptakan kolaborasi yang lebih kuat dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan relevan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

18 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.