Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kepri dan KI Berkolaborasi Tingkatkan Kapasitas Warga Jaga Kawasan Konservasi di Pulau Bintan

📅 Senin, 05 Mei 2025, 15:22 WIB | Oleh:
Kepri dan KI Berkolaborasi Tingkatkan Kapasitas Warga Jaga Kawasan Konservasi di Pulau Bintan Doc: antara foto
Ket. Pemprov Kepri dan Konservasi Indonesia menggelar kapasitas masyarakat menjaga kawasan konservasi.

TANJUNGPINANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) bersama Konservasi Indonesia (KI) mendukung peningkatan kapasitas masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) untuk menjaga Taman Wisata Perairan Timur Pulau Bintan.

Dalam acara peningkatan kapasitas di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (5/5), Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengapresiasi Konservasi Indonesia dan pemangku kepentingan lain yang mendukung peningkatan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan konservasi terutama, di wilayah Pulau Bintan.

“Semoga dengan dilaksanakan kegiatan ini memberikan manfaat besar kepada kita semua, terutama di kawasan konservasi Taman Wisata Perairan Timur Pulau Bintan untuk bersama-sama menjaga kelestarian laut dan melaksanakan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan,” ujarnya.

Dia menyoroti sejumlah potensi yang mengancam kelestarian wilayah tersebut, termasuk tumpahan minyak, bahkan pembuangan limbah B3 yang dapat membahayakan kawasan konservasi tersebut.

Kondisi tersebut memerlukan pengawasan, tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, juga dengan keterlibatan dari masyarakat lewat Pokmaswas. “Pokmaswas ini menjadi bagian garda terdepan untuk kelautan yang ada di Provinsi Kepulauan Riau,” tuturnya.

Langkah perlindungan itu diperlukan mengingat wilayah Kepri sebagian besar merupakan kawasan perairan, ditambah kawasan hutan lindung dan mangrove, merupakan ekosistem yang harus dilindungi terutama dalam mitigasi perubahan iklim.

Dalam kesempatan yang sama, Burhanuddin selaku Fisheries and Aquaculture Program Manajer KI menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung pemerintah daerah dalam menjaga wilayah perairan yang sudah ditetapkan sebagai kawasan konservasi.

Apalagi, katanya, mengingat posisi Kepri sebagai wilayah teras Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia.

"Sehingga, ini merupakan salah satu wilayah yang cukup strategis untuk bisa kita tetapkan sebagai salah satu wilayah konservasi. Maka dari itu, peran dari pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat, pemerintah daerah, lembaga penelitian atau universitas yang ada di sini selayaknya sudah harus bekerja sama," ucapnya.

Sebelumnya, Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Kepri bersama Konservasi Indonesia sudah membentuk tiga kelompok Pokmaswas di Desa Pengudang, Kepulauan Bintan pada 26 Februari lalu. Sejauh ini sudah terdapat tujuh Pokmaswas di kawasan Taman Wisata Perairan Timur Pulau Bintan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.