Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kepala BNPT Edukasi para Pelajar Indonesia yang Ada di Inggris soal Nilai Kebangsaan

📅 Rabu, 13 Des 2023, 00:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kepala BNPT Edukasi para Pelajar Indonesia yang Ada di Inggris soal Nilai Kebangsaan Doc: ANTARA/HO-BNPT RI
Ket. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Komjen Pol. Mohammed Rycko Amelza Dahniel (kiri) saat kunjungan kerja di Inggris, Senin (4/12/2023).

Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Komjen Pol. Mohammed Rycko Amelza Dahniel memberi edukasi kepada para pelajar Indonesia di Inggris terkait pentingnya merawat nilai-nilai kebangsaan.

Menurut Rycko, nilai-nilai kebangsaan tersebut wajib dirawat di tengah kondisi masyarakat Indonesia yang heterogen. Selain itu, ia juga melihat adanya fenomena nilai-nilai kebangsaan yang memudar di tengah kondisi bangsa yang sudah merdeka ini.

"Kemerdekaan RI tercapai karena adanya tujuan yang sama dari berbagai kalangan masyarakat yang heterogen. Saat ini di masyarakat sudah tidak ada lagi generasi yang hidup pada masa perjuangan, sehingga nilai-nilai kebangsaan sudah mulai memudar," kata Rycko sebagaimana keterangan tertulis diterima di Jakarta, Selasa.

Untuk itu, ujar dia, pendidikan tingkat tinggi diperlukan dalam merawat nilai kebangsaan tersebut. Hal itu ia katakan dalam kunjungan kerja BNPT RI ke Inggris pada Senin (4/12).

Menurut dia, kehadiran BNPT RI di tengah pelajar Indonesia di Inggris merupakan bagian dari program edukasi bahaya paham radikalisme dan terorisme yang menyasar kelompok remaja.

Terlebih, kata mantan Kapolda Jawa Tengah itu, kelompok radikal teroris melakukan gerakan ideologi dalam ruang gelap secara sistematis, masif, dan terencana.

"Namun perlu diantisipasi, di bawah permukaan, kelompok ini melakukan gerakan ideologi dalam ruang gelap secara sistematis, masif, dan terencana. Untuk itu, dalam menghadapi target dan ancaman terorisme, BNPT memiliki program untuk mengedukasi para pelajar seperti di Inggris ini," ujar Rycko.

Ia pun menjelaskan bahwa terdapat tiga kelompok rentan yang menjadi target radikalisasi, yakni perempuan, remaja, dan anak-anak. Meski demikian, hasil temuan Indonesia Knowledge Hub atau IKHub BNPT Tahun 2023 menyebutkan bahwa aksi terorisme dari tahun 2018 hingga 2022 mengalami penurunan.

Adapun kegiatan edukasi oleh Kepala BNPT RI itu diikuti oleh perwakilan pelajar dari Doctrine UK, Persatuan Pelajar Indonesia United Kingdom (UK), dan Persatuan Pelajar Indonesia London.

Kegiatan itu dibuka oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Kerajaan Inggris Desra Percaya dan diakhiri dengan diskusi mengenai strategi dalam menghadapi ancaman ekstremisme berbasis kekerasan.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu program BNPT RI dalam rangka memberikan perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri melalui diseminasi dan sosialisasi terkait dengan penanggulangan terorisme dan ekstrimisme berbasis kekerasan serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

26 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.