Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kenapa Seorang Ibu Melahirkan Anak, Kalau Ternyata Hanya untuk Disiksa Seperti di Bantul

📅 Kamis, 04 Jun 2026, 06:17 WIB | Oleh:
Kenapa Seorang Ibu Melahirkan Anak, Kalau Ternyata Hanya untuk Disiksa Seperti di Bantul Doc: ist
Ket. anak-anak harus dilindungi

BANTUL – Sering ada ungkapan hewan saja melindungi anak-anaknya termasuk yang terbuas seperti macan. Lalu mengapa seorang ibu malah sering menyiksa anaknya. Saat ini Polres Bantul tengah menangani perkara dugaan kekerasan seorang ibu terhadap anak kandungnya sendiri yang masih berusia tiga tahun di sebuah rumah kontrakan di dusun Kedaton, Pleret, Bantul.

Kepala Seksi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto, di Yogyakarta, Rabu, membenarkan adanya dugaan kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh pelaku berinisial TKS yang juga merupakan ibu kandung dari korban.

"Pelaku dalam hal ini ibu kandung korban melakban anak dengan tujuan untuk refreshing jalan-jalan melepas penat yang selama ini dirasakan karena lelahnya mengasuh anak sendirian," kata Rita, dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, dari pengakuan pelaku, saat melakukan tindakannya tersebut tidak memikirkan terkait risiko yang dapat terjadi pada anaknya, sebab pelaku mengaku sudah terlalu capek mengurus anaknya sendiri.

"Sedangkan ayah korban/suami pelaku, bekerja di Jakarta pulang ke Yogyakarta setiap sebulan sekali," katanya.

Pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan terhadap suami pelaku atau ayah dari si korban yang pada akhirnya, suami pelaku tersebut meminta maaf karena telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat maupun di media sosial.

"Atas kejadian tersebut, selaku kepala rumah tangga/wali dari korban, tidak ingin melaporkan pelaku/ibu kandung korban dan akan memperbaiki rumah tangga," jelasnya.

Menurutnya, kejadian tersebut akan diselesaikan secara kekeluargaan dan korban saat ini sudah dirawat dan diasuh oleh keluarga dari pihak ayah kandung korban.

"Alamat keluarga dari ayah korban di Patuk, Gunungkidul," kata Rita.

Ia juga menyebut keluarga serta suami pelaku telah menganggap kejadian tersebut sebagai gangguan psikologis akibat lelahnya mengurus anak sendirian.

"Juga merupakan pertama kali menjadi seorang ibu atau dengan kata lain Baby Blues," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.