Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenperin: Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Siap Pacu Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Kinerja dan Ekspor Terus Menguat

📅 Selasa, 10 Feb 2026, 19:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenperin: Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Siap Pacu Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Kinerja dan Ekspor Terus Menguat Doc: Antara
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan, sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) yang menjadi salah satu penopang utama kinerja manufaktur, siap untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, ini karena capaian kinerja industri pengolahan tidak terlepas dari ketahanan sektor industri dalam negeri, termasuk IKFT yang mampu bertahan dan tumbuh di tengah tantangan global.

“Berkat jerih payah sektor industri dalam negeri, industri pengolahan secara konsisten menjadi penyumbang terbesar dalam pertumbuhan ekonomi nasional dibanding sektor lainnya,” kata Menperin dalam pernyataan di Jakarta, Selasa (10/2).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan tercatat sebagai kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dengan pertumbuhan yang relatif stabil dalam tiga tahun terakhir dan terus signifikan hingga mencapai 5,30 persen pada 2025.

Sebagai bagian penting dari industri pengolahan, sektor IKFT mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang 2025 sebesar 5,11 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4,21 persen.

Sektor ini juga memberikan kontribusi sebesar 3,87 persen terhadap PDB, dengan kontribusi terbesar berasal dari subsektor industri kimia, farmasi, dan obat tradisional sebesar 1,83 persen.

Sekretaris Direktorat Jenderal IKFT, Sri Bimo Pratomo menyampaikan, dari sisi subsektor industri kimia, farmasi, dan obat tradisional mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 8,35 persen pada 2025, naik dari 5,86 persen pada 2024.

Sementara subsektor industri barang galian bukan logam tumbuh 6,16 persen setelah sebelumnya mengalami kontraksi sebesar 0,6 persen.

"Pertumbuhan IKFT yang sejalan dengan pertumbuhan nasional menunjukkan sektor ini tetap menjadi penopang penting pada industri pengolahan nonmigas, serta mampu menjaga momentum pertumbuhan industri nasional,” ujar dia.

Kinerja IKFT sebagai penopang manufaktur juga tercermin dari perdagangan luar negeri.

Selama Januari hingga November 2025, sektor IKFT membukukan surplus neraca perdagangan dengan nilai ekspor mencapai 49,15 miliar dolar AS, meningkat 6,26 miliar dolar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara kontribusi ekspor terbesar berasal dari subsektor industri bahan kimia dan barang dari kimia sebesar 20,79 miliar dolar AS.

Selain itu, subsektor industri kimia berbasis pertanian mencatatkan peningkatan ekspor dari 6,25 miliar dolar AS menjadi 9,25 miliar dolar AS, disusul subsektor industri alas kaki keperluan sehari-hari yang naik dari 2 miliar menjadi 3 miliar dolar AS di periode yang sama.

Lebih lanjut, dari sisi investasi pada periode Januari hingga September 2025, realisasi investasi IKFT mencapai Rp142,15 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp116,54 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.