Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenko Polkam Sebut Babel Tertinggi Ke-3 Kasus PMI Bermasalah di Luar Negeri, Pertama Jabar

📅 Rabu, 09 Jul 2025, 15:45 WIB | Oleh:
Kemenko Polkam Sebut Babel Tertinggi Ke-3 Kasus PMI Bermasalah di Luar Negeri, Pertama Jabar Doc: antara foto
Ket. Deputi II Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam Mohammad Kurniadi Koba saat menghadiri Rakor Perlindungan dan Penanganan PMI khusus Babel di Pangkalpinang, Rabu (9/7).

PANGKALPINANG - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) Republik Indonesia menyatakan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tertinggi ke-3 kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bermasalah di luar negeri.

“Kita berharap setelah rakor ini tidak ada lagi PMI asal Kepulauan Babel bermasalah di luar negeri,” kata Deputi II Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam Mohammad Kurniadi Koba saat menghadiri Rakor Perlindungan dan Penanganan PMI khusus Babel di Pangkalpinang, Rabu (9/7).

Ia menyatakan kasus PMI bermasalah di luar negeri tertinggi atau terbanyak berasal dari Provinsi Jawa Barat,tertinggi kedua Provinsi Sumatera Utara dan tertinggi ketiga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Kepulauan Babel ini juara ketiga terbanyak kasus,” katanya tanpa menyebutkan jumlah PMI asal Kepulauan Bangka Belitung terkena masalah hukum di luar negeri.

Ia mengapresisasi dan mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Kepulauan Bangka Belitung yang telah menggelar Rakor Perlindungan dan Penanganan Pekerja Migran Indonesia khusus Kepulauan Babel ini.

“Rakor menjadi sangat penting untuk mengedukasi publik dan masyarakat luas, sehingga PMI bisa dengan aman bekerja di luar negeri,” katanya.

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemprov Kepulauan Babel Eko Kurniawan mengatakan rakor ini difokuskan upaya pencegahan sejak dini melalui edukasi kepada masyarakat khususnya di daerah kantong-kantong pekerja migran di Indonesia.

Selain itu, peningkatan pengawasan dan penindakan terhadap agen-agen ilegal yang merekrut tenaga kerja migran tanpa prosedur yang berlaku dan melakukan koordinasi lintas negara dalam proses pemulangan dan rehabilitasi.

“Kita tentunya harus ada penguatan sistem perlindungan di daerah melalui posko dan pelayanan terpadu pekerja migran," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.