Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenekraf dan Kabinet Merah Putih Dukung Animasi Indonesia

📅 Jumat, 21 Mar 2025, 08:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenekraf dan Kabinet Merah Putih Dukung Animasi Indonesia Doc: Antara
Ket. Kementerian Ekonomi Kreatif dan jajaran Kabinet Merah Putih bersama anggota Komisi VII DPR RI nonton bareng film animasi anak "Jumbo", di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis (20/3).

Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif mengajak jajaran Kabinet Merah Putih bersama anggota Komisi VII DPR RI untuk ikut mendukung film animasi lokal dengan nonton bareng film animasi anak "Jumbo".

"Ini adalah sebuah dukungan moril dari pemerintah atas arahan Bapak Presiden Prabowo untuk terus mendukung industri kreatif Indonesia khususnya bangkitnya film animasi nasional," kata Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam acara pre screening "Jumbo" di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis (20/3).

Riefky mengatakan animasi "Jumbo" ini telah didukung oleh seluruh Kementerian dalam Kabinet Merah Putih yg membuktikan bahwa pemerintah hadir dalam pengembangan perfilman di Indonesia.

Film yang akan tayang saat Lebaran ini, diharapkan dapat menjadi salah satu Intelectual Property (IP) lokal baru yang bisa mendongkrak perekonomian utamanya di sektor ekonomi kreatif yang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Dengan kehadiran jajaran kementerian dan anggota legislatif diharapkan bisa menjadi semangat para kreator animasi Indonesia di industri kreatif untuk terus bertumbuh.

"Kita percaya bahwa industri kreatif akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional ke depan. Banyak sekali kemampuan anak bangsa kita. Tidak hanya Jumbo, tetapi banyak kita harapkan ke depan juga Jumbo-Jumbo yang lain akan semakin tampil, tidak hanya di Indonesia, tetapi di dunia," kata Riefky.

Riefky menyebut saat ini banyak generasi muda Indonesia yang menciptakan karakter lokal yang menarik dan juga memberikan inspirasi. Ia juga mengatakan "Jumbo" dapat menjadi IP yang mendunia jika di sosialisasikan dengan baik dan didukung oleh semua pihak.

Kementerian Ekonomi Kreatif juga akan siap mendukung kreator Indonesia di setiap rantai ekosistem ekonomi kreatif, mulai dari kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, bahkan sampai perlindungan dan konservasi.

"Jadi memang ada ekosistemnya atau rantai nilainya seperti itu. Kadang memang pemerintah hadir di tahapan kreasi, tapi ada juga kadang-kadang hadir di tahapan distribusi seperti hari ini, tapi mungkin ada kalanya pada saat kreasi dan produksi si para kreator ini mungkin sudah ada jalan keluarnya tetapi nanti butuh lagi perlindungan pada saat konservasi atau pada saat dibajak, di situlah hadirnya pemerintah," katanya.

Ia juga mendukung talenta muda di bidang animasi agar memproduksi sebanyak mungkin animasi yang selaras dengan budaya Indonesia.

Kementerian Ekonomi Kreatif saat ini juga terus berkomunikasi dengan para perguruan-perguruan tinggi termasuk pendidikan formal, non-formal, dan vokasi untuk terus mengembangkan kualitas dari animator.

Ia mengharapkan dengan berbagai kolaborasi dan dukungan akan semakin banyak lagi film berkualitas dan juga profesi animator juga akan menjadi lapangan pekerjaan yang juga menjadi favorit anak-anak muda Indonesia.

Film animasi "Jumbo" yang merupakan hasil karya lebih dari 400 kreator Indonesia dan dikerjakan selama 5 tahun, akan tayang di momen Lebaran 2025 di bioskop Indonesia dan juga di 17 negara lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

55 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.