Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemendikbudristek Sebut Pustakawan Sekolah Ingin Beralih ke Perpustakaan Daerah

📅 Selasa, 07 Mar 2023, 19:40 WIB | Oleh:
Kemendikbudristek Sebut Pustakawan Sekolah Ingin Beralih ke Perpustakaan Daerah Doc: istimewa
Ket. Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Praptono dalam Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perpustakaan tahun 2023, di Jakarta, Senin (6/3).

JAKARTA - Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Praptono, mengatakan pihaknya menghadapi persoalan terkait tenaga perpustakaan di satuan pendidikan. Menurutnya, ada keinginan dari pustakawan untuk beralih ke perpustakaan daerah.

"Pustakawan-pustakawan yang kami miliki secara umum tidak betah berada di sekolah. Sehingga kami menghadapi keinginan dari pustakawan untuk beralih dari perpustakaan sekolah ke perpustakaan daerah," ujar Praptono, dalam Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perpustakaan tahun 2023, di Jakarta, Senin (6/3).

Dia menyebut, penyebab kondisi tersebut yaitu utamanya terkait peran yang belum begitu ditonjolkan dalam kegiatan belajar mengajar anak-anak. Selain itu, ada juga alasan terkait pengembangan karier.

Dia menerangkan, pihaknya saat ini sedang mengupayakan transformasi jabatan tenaga kependidikan termasuk di dalamnya jabatan pustakawan. Menurutnya, dengan penerapan Kurikulum Merdeka dan adanya Profil Pelajar Pancasila, peran tenaga perpustakaan sangat penting dan terintegrasi dengan pembelajaran peserta didik.

"Literasi budaya baca dan ketersediaan buku berkualitas jadi satu dari 23 paket kebijakan Merdeka Belajar. Sisi bacaan ini, literasi ini, jadi program prioritas," jelasnya.

Praptono mengungkapkan, pihaknya mendorong transformasi pustakawan. Mereka tidak hanya memberi layanan prima bagi perpustakaan, tapi juga menjadi pendukung pembelajaran yang inovatif.

"Mereka diarahkan membantu pengembangan literasi warga sekolah dan dengan hasil Asesmen Nasional sudah dilengkapi dengan Perencanaan Berbasis Data," terangnya.

Dia menjelaskan, pustakawan berperan mengembangkan minat baca siswa. Mereka akan kolaborasi dengan guru untuk optimalisasi perpustakaan sebagai pusat kreativitas sekolah.

"Ini kita tumbuhkan dengan membangun komunitas belajar dalam satuan pendidikan atau antar satuan pendidikan. Kami komitmen dalam mendukung Gerakan Literasi Nasional," katanya.

Praptono menyebut, jumlah pustakawan di satuan pendidikan masih sangat minim. Dari 248 ribu satuan pendidikan, hanya ada 40.291 pustakawan yang tersebar di berbagai satuan pendidikan di 502 kabupaten/kota.

"Kalau kita punya 514 kabupaten/kota, berarti masih ada daerah-daerah yang di sekolahnya belum mampu untuk menyiapkan tenaga pustakawan," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.