Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemdiktisaintek dan Menteri LH Berkolaborasi Rumuskan Solusi Penanganan Sampah yang Efektif Berbasis Teknologi

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 17:42 WIB | Oleh:
Kemdiktisaintek dan Menteri LH Berkolaborasi Rumuskan Solusi Penanganan Sampah yang Efektif Berbasis Teknologi Doc: ANTARA/HO-Kemdiktisaintek
Ket. Pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dengan Menteri Lingkungan Hidup (Menteri LH), Hanif Faisol Nurofiq bersama jajaran di kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Selasa (7/4).

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong percepatan penanganan sampah nasional melalui penguatan kolaborasi lintas sektor berbasis teknologi dan inovasi.

Hal ini disampaikan dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dengan Menteri Lingkungan Hidup (Menteri LH) Hanif Faisol Nurofiq di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Selasa (7/4).

Mendiktisaintek menegaskan bahwa pendekatan berbasis sains dan teknologi menjadi fondasi penting dalam merumuskan solusi penanganan sampah yang efektif dan berkelanjutan.

"Yang kami rancang sebelumnya adalah template makro. Setelah melihat kondisi di lapangan, kita akan gunakan basis data TPS 3R reduce, reuse, recycle yang sudah ada untuk segera masuk ke tahap implementasi," kata Menteri Brian melalui keterangan resmi.

Mendiktisaintek menyebut kerangka kebijakan yang telah disusun sebelumnya kini diarahkan bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) untuk semakin kontekstual dengan kondisi di lapangan.

Dalam konteks tersebut, Kemdiktisaintek mendorong optimalisasi lebih dari seratus titik Tempat Penampungan Sementara (TPS 3R) yang telah tersedia sebagai bagian dari penguatan pengelolaan sampah di tingkat hulu.

Perguruan tinggi, kata Brian, akan dilibatkan secara aktif dalam proses ini, baik melalui kontribusi dosen, peneliti, serta mahasiswa dalam kegiatan survei, pemetaan, dan kajian teknis di lapangan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri LH menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemdiktisaintek dalam memperkuat basis ilmiah kebijakan pengelolaan sampah, di mana kolaborasi dengan akademisi menjadi kunci dalam memastikan kebijakan yang diambil dapat diimplementasikan secara efektif.

"Kementerian Lingkungan Hidup akan melihat penelitian dan perumusan dari teman-teman akademisi, sehingga implementasi di lapangan dapat berjalan lebih selaras," ujar Menteri Hanif.

Lebih lanjut, Menteri LH menjelaskan bahwa pihaknya telah mengkaji dan mengadaptasi kerangka yang disusun Kemdiktisaintek dengan kondisi aktual di lapangan, khususnya dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber.

Selanjutnya, dia menyatakan pemerintah juga mendorong penguatan ekosistem pengelolaan sampah yang juga mengedepankan intervensi di hulu melalui pemanfaatan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat.

"Pendekatan ini penting mengingat timbunan sampah perkotaan masih didominasi oleh sampah rumah tangga dengan komposisi organik yang tinggi, sehingga perlu untuk mengurangi beban pengolahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus meningkatkan efisiensi sistem pengelolaan sampah secara keseluruhan." tutur Hanif Faisol Nurofiq. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

19 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.