Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kelompok Bersenjata Menyerbu Pangkalan Udara Pakistan

📅 Sabtu, 04 Nov 2023, 15:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kelompok Bersenjata Menyerbu Pangkalan Udara Pakistan Doc: AFP
Ket. Kelompok TTP secara luas menargetkan angkatan bersenjata Pakistan.

ISLAMABAD - Orang-orang bersenjata menyerang pangkalan pelatihan angkatan udara Pakistan pada Sabtu (4/11) dan merusak tiga pesawat, kata militer Pakistan. Kelompok yang berafiliasi dengan Taliban-Pakistan mengaku bertanggung jawab.

Tiga orang tewas sebelum mereka memasuki pangkalan tersebut, dan tiga penyerang lainnya "terpojok/terisolasi", menurut pernyataan militer.

Tehreek-e-Jihad Pakistan (TJP), kelompok militan baru yang merupakan afiliasi dari gerakan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), mengaku bertanggung jawab dalam sebuah pernyataan kepada media.

Hal ini terjadi setelah 14 tentara tewas ketika konvoi mereka diserang di provinsi Balochistan dan enam warga sipil tewas ketika sebuah mobil polisi menjadi sasaran di Khyber Pakhtunkhwa, kedua peristiwa terjadi pada hari Jumat.

Serangan terakhir terjadi pada Sabtu dini hari di kota Mianwali, di provinsi Punjab tengah, dekat perbatasan Khyber Pakhtunkhwa.

"Karena respons cepat dan efektif dari pasukan, upaya ini berhasil digagalkan dan digagalkan, sehingga menjamin keselamatan dan keamanan personel dan aset," menurut pernyataan militer.

"Namun, selama serangan itu, beberapa kerusakan juga terjadi pada tiga pesawat yang sudah dilarang terbang dan sebuah tempat penyimpanan bahan bakar."

Para analis mengatakan kelompok militan menjadi lebih berani dengan kembalinya kekuasaan Taliban di negara tetangga Afghanistan pada 2021.

Pakistan kerap menuduh tetangganya menampung militan yang merencanakan dan melancarkan serangan dari tanah Afghanistan, tuduhan yang dibantah pemerintah Taliban.

Namun serangan di provinsi Punjab jarang terjadi.

Gerakan TTP mempunyai ideologi Islam garis keras yang sama dengan rekan-rekan mereka di Afghanistan.

Mereka sebagian besar berfokus pada penargetan pasukan keamanan. Warga sipil terkadang terjebak dalam kekerasan tersebut.

Sementara itu, Balochistan adalah tempat terjadinya pemberontakan selama puluhan tahun oleh gerilyawan etnis Baloch yang melawan pemerintah atas tuduhan mengeksploitasi sumber daya gas dan mineral yang kaya di provinsi tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

41 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.