Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kebijakan Pemerintah Mengimpor Beras Membuat Petani Malas Menanam

📅 Selasa, 13 Jun 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kebijakan Pemerintah Mengimpor Beras Membuat Petani Malas Menanam Doc: Sumber: BPS – Litbang KJ/and - KJ/ONES

» Bila pemerintah tidak hatihati hadapi El Nino atau kekeringan ekstrem tahun ini, produksi padi bisa anjlok lebih dari 5 persen.

» Tingkatkan program diversifikasi konsumsi ke nonberas untuk mengurangi tekanan pada produksi beras domestik.

JAKARTA - Ancaman krisis pangan semakin nyata yang terindikasi pada tren kenaikan harga pangan karena produksi menurun. Penurunan produksi di negara-negara penghasil memaksa mereka untuk mengurangi pengiriman atau ekspor ke luar negeri. Negara seperti Vietnam dikabarkan bakal memangkas ekspor beras tahunannya hingga 44 persen mulai 2030 mendatang.

Negara eksportir terbesar ketiga itu biasanya mengekspor hingga 7,1 juta ton, dan akan berkurang menjadi empat juta ton per tahun. Pengurangan ekspor mereka lakukan untuk memastikan ketahanan pangan di dalam negerinya, melindungi lingkungan, dan beradaptasi dengan perubahan iklim, serta meningkatkan ekspor beras berkualitas.

Menanggapi ancaman krisis pangan itu, pakar pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengatakan pemerintah harus hati-hati mengeluarkan kebijakan agar produksi beras tidak turun. Jika tidak, maka tahun ini produksi terancam turun lebih dari 5 persen.

Dia mencontohkan, saat periode La Nina dari 2020 hingga 2022, produksi justru turun. Padahal semestinya, periode tersebut merupakan momen yang tepat untuk meningkatkan produksi, sebab dari pengalamannya, setiap momen La Nina produksi padi selalu meningkat.

"Kenapa demikian, karena saat itu kesejahteraan petani tidak diperhatikan, harga gabah kering panen (GKP) jauh dari harapan, sehingga petani malas menanam," papar Dwi.

Dengan kondisi sekarang, bila pemerintah tidak hati-hati, maka di periode El Nino atau kekeringan ekstrem tahun ini, produksi padi bisa anjlok lebih dari 5 persen. Kendati saat ini harga gabah kering panen sudah semakin menguntungkan, namun tanpa pengaturan yang baik soal kapan masuknya beras impor sebanyak dua juta ton yang sudah diputuskan itu, maka produksi bisa saja turun karena petani malas menanam.

"Hingga saat ini kan yang sudah masuk, mungkin sekitar 700 ribu ton. Jangan sampai sisanya lagi masuk saat musim panen nanti, yang membuat petani tidak mau menanam. Jika itu terjadi maka ancaman penurunan produksi itu bukan hanya terjadi tahun ini, tetapi juga tahun depan," ungkap Dwi.

Berkaitan dengan rencana pembatasan ekspor oleh Vietnam, Dwi menilai dari sisi dampaknya pada ketahanan pangan dalam negeri tidak krusial karena bisa mengalihkan permintaan ke negara lain jika memang diperlukan.

"Semestinya pemerintah meniru Vietnam yang memperkuat dan meningkatkan produksi dalam negeri agar tidak bergantung pada beras impor. Kesejahteraan petani harus diperhatikan agar semangat menanam tidak turun," tandas Dwi.

Dihubungi terpisah, Guru Besar Fakultas Pertanian UGM, Dwijono Hadi Darwanto, mengatakan bagi Indonesia, apa yang dilakukan Vietnam saat ini harus menyadarkan pemerintah tentang betapa pentingnya untuk mandiri pangan.

"Minimal kita tingkatkan program diversifikasi konsumsi ke nonberas untuk mengurangi tekanan pada produksi beras domestik," kata Dwijono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Rekomendasi Akhir Pekan di ...
133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

03 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.