Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kawasaki pada Anak, Awas! Dapat Picu Gangguan Jantung, IDAI Ingatkan Masyarakat

📅 Selasa, 10 Feb 2026, 17:51 WIB | Oleh:
Kawasaki pada Anak, Awas! Dapat Picu Gangguan Jantung, IDAI Ingatkan Masyarakat Doc: ANTARA/Yusuf Nugroho
Ket. Pasien anak penderita demam berdarah dengue (DBD) menjalani perawatan di RSUD Loekmono Hadi, Kudus, Jawa Tengah.

JAKARTA - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyakit Kawasaki pada anak karena dapat menimbulkan komplikasi serius pada pembuluh darah jantung jika tidak ditangani secara cepat dan tepat.

Dokter spesialis anak dan kardiologi anak sekaligus Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Najib Advani, Sp.A, Subsp.Kardio(K), M.Med(Paed) menjelaskan penyakit Kawasaki merupakan peradangan pembuluh darah sistemik yang dapat menyerang berbagai organ, namun, dampak paling berbahaya terjadi pada arteri koroner yang memasok darah ke jantung.

"Komplikasi yang paling kita khawatirkan adalah pelebaran atau aneurisma arteri koroner. Kalau tidak diobati, risikonya bisa terjadi pada sekitar 15 sampai 25 persen pasien," kata Najib dalam seminar daring IDAI bertema Kawasaki pada anak yang diikuti dari Jakarta, Selasa (10/2).

Arteri koroner berperan penting dalam menyuplai darah dan oksigen ke otot jantung. Jika pembuluh tersebut mengalami pelebaran dan gangguan aliran, darah dapat membeku dan memicu serangan jantung meski pada usia anak.

Penyakit Kawasaki pertama kali dilaporkan di Jepang pada 1967 oleh dokter Tomisaku Kawasaki. Hingga kini penyebab pastinya belum diketahui, namun, diduga berkaitan dengan infeksi dan faktor genetik.

"Ini adalah vaskulitis sistemik atau peradangan pembuluh darah di seluruh tubuh. Bisa mengenai banyak bagian, tapi yang menentukan keselamatan pasien adalah keterlibatan pembuluh darah jantung,” ujar profesor yang juga dikenal sebagai Bapak Kawasaki Indonesia itu.

Secara global, kata Najib, lebih dari satu juta kasus Kawasaki telah tercatat. Di Indonesia, Najib mulai melakukan sosialisasi dan penanganan sejak 1999 dan telah menangani lebih dari 2.000 kasus.

Najib, yang terhimpun dalam Unit Kerja Koordinasi Kardiologi IDAI, juga menilai penyakit itu sering dianggap langka, padahal jumlah kasus cukup banyak dan berpotensi tidak terdiagnosis. Keterlambatan diagnosis membuat anak datang dalam kondisi sudah terjadi kelainan koroner.

Dia menambahkan, dengan terapi yang diberikan lebih awal, risiko kelainan arteri koroner dapat ditekan hingga sekitar dua sampai tiga persen. Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya kewaspadaan orang tua dan tenaga kesehatan terhadap gejala awal serta rujukan cepat kepada dokter anak dan kardiolog anak. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.