Kasus Cacar Monyet Terus Bertambah, Bagaimana Mencegah Penularannya?
📅 Kamis, 02 Nov 2023, 14:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/NCH
Kambang Sariadji, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan
Kementerian Kesehatan Indonesia menyatakan jumlah kasus penyakit cacar monyet (dulu namanya monkeypox, kini mpox) mencapai 27 per 31 Oktober 2023. Kemungkinan besar kasus akan terus bertambah seiring dengan penyebarannya di komunitas tertentu.
Pada 13 Oktober 2023, Kementerian Kesehatan mengonfirmasi satu kasus mpox dari Kembangan, Jakarta Barat. Jumlah itu kemudian meningkat jadi enam yang tersebar di berbagai titik di Jakarta (di antaranya Jatinegara, Mampang, Kebayoran, Setiabudi, dan Grogol Petamburan). Kini di Jakarta ada 22 kasus, empat di Banten dan satu di Bandung.
Sebenarnya, mpox terkonfirmasi di Indonesia pertama kali pada 19 Agustus 2022 dari seorang pemuda berusia 27 tahun. Dia memiliki riwayat perjalanan ke negara yang pernah melaporkan kejadian mpox, di antaranya Belanda, Swiss, Belgia, dan Prancis.
Sejak itu Indonesia menjadi bagian dari 115 negara dunia yang melaporkan kejadian kasus mpox. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan kasus total kumulatif mpox telah meningkat dari 79.411 kasus per 13 November 2022 (dari 110 negara) ke 91.123 kasus per 30 September 2023 (dari 115 negara). Jumlah pasien yang meninggal dalam periode yang sama juga naik dari 50 ke 157.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kita perlu memahami bagaimana penularan penyakit ini terjadi, faktor risiko penularan, dan upaya yang efektif untuk mencegahnya lebih luas menyebar di Indonesia.
Mpox menular lebih sering lewat kontak dekat
Mpox merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus cacar monyet.
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara klinis, penyakit mpox ditandai oleh sakit kepala, demam akut di atas 38,5°C, limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening), myalgia (nyeri otot), sakit punggung, asthenia (kelemahan tubuh), dan lesi cacar (benjolan berisi air ataupun nanah pada seluruh tubuh).
Penularan penyakit ini terjadi bila seseorang bersentuhan dari orang atau hewan yang terinfeksi mpox. Siapapun bisa tertular mpox karena kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, di antaranya saat bicara face to face, pelukan, ciuman dan hubungan seks (vaginal, anal, dan oral seks). Bahkan seseorang yang menyentuh barang milik seseorang atau permukaan benda yang terinfeksi mpox dapat juga tertular mpox.
Penularan lokal yang berturut-turut seperti di Jakarta merupakan bentuk indikasi bahwa sumber infeksi mpox berada di area yang sama dengan area pasien dilaporkan sebagai kasus positif.
Sumber tersebut menularkan dari satu orang atau tempat ke yang lain dan masih di wilayah tersebut. Penyakit ini dapat juga menyebar ke wilayah/kota besar lainnya yang mempunyai potensi risiko tinggi.
Sebagian besar kasus mpox yang dilaporkan WHO dalam wabah di banyak negara pada 2022 dan 2023 diidentifikasi di kalangan gay, biseksual, dan lelaki suka lelaki. Meski demikian, ada kemungkinan penularan kasus terjadi dalam kelompok orientasi seksual lainnya, termasuk orang yang memiliki banyak pasangan seks.
Apakah ada kemungkinan kasus di Jakarta merupakan kasus impor yang tidak terdeteksi sehingga menjadi kini kasus transmisi lokal?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!