Kapal Selam Otonom Pertama Buatan Indonesia Uji Coba Luncurkan Torpedo, Siap Perkuat Laut Nusantara
📅 Minggu, 02 Nov 2025, 18:15 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Kementerian Pertahanan Indonesia
JAKARTA - Industri pertahanan Indonesia kembali mencatat sejarah baru melalui keberhasilan uji coba penembakan torpedo dari kapal selam otonom pertama buatan anak bangsa. PT PAL Indonesia melakukan uji coba tersebut terhadap Kapal Selam Otonom Tanpa Awak (KSOT) di Surabaya, Jawa Timur, pada 30 Oktober lalu.
Prototipe KSOT ini menjadi langkah besar Indonesia memasuki era teknologi pertahanan bawah laut tanpa awak, yang kelak akan beroperasi secara mandiri untuk mendukung misi pengamanan laut nasional. Menurut perencanaan, sebanyak 30 unit KSOT akan siap memperkuat Komando Operasi Kapal Selam TNI Angkatan Laut pada tahun 2026 mendatang.
Uji coba dimulai dengan pemasangan torpedo ringan Piranha 324 mm ke tabung peluncur yang terpasang di sisi kanan KSOT. Torpedo tersebut diangkat menggunakan derek bergerak dari dermaga Komando Armada II TNI AL sebelum kapal menyelam lebih jauh ke area pengujian.
Setelah mencapai titik yang ditentukan, KSOT berhasil meluncurkan torpedo sebagai bagian dari demonstrasi kemampuan pertempurannya. Aksi ini memperlihatkan peningkatan signifikan dalam teknologi pertahanan laut berbasis sistem otonom yang dikembangkan di dalam negeri.
Dalam video resmi yang dirilis PT PAL, kapal selam otonom tersebut juga melakukan manuver penyelaman di laut. Namun, sepanjang sebagian besar pengujian, termasuk saat melepas torpedo, KSOT tetap berada dalam kondisi terendam sebagian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Prototipe kapal selam otonom ini memiliki panjang 15 meter, lebar 2,2 meter dan draft 1,85 meter. Kapal tersebut mampu melaju hingga kecepatan maksimum 20 knot dan beroperasi di kedalaman laut hingga 350 meter, menjadikannya platform yang andal untuk operasi pengawasan dan pertahanan bawah laut.
KSOT ukuran penuh pertama kali diperkenalkan kepada publik saat parade HUT ke-80 Tentara Nasional Indonesia pada 5 Oktober di Jakarta. Kehadirannya langsung menarik perhatian karena menunjukkan kemampuan Indonesia dalam memproduksi alutsista berteknologi tinggi.
PT PAL menegaskan bahwa KSOT sepenuhnya dirancang oleh para insinyur Indonesia dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang sudah melampaui 50 persen. Perusahaan menargetkan peningkatan TKDN lebih tinggi lagi pada tahap produksi massal dengan memperbanyak pemakaian komponen buatan lokal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengembangan kapal selam ini tidak hanya berfokus pada teknologi tempur, tetapi juga pada kemandirian industri pertahanan dalam negeri. Komponen yang digunakan menggabungkan sistem dan perangkat komersial siap pakai, sehingga proses produksi dapat dilakukan lebih efisien.
Pengalaman teknis dari proyek KSOT juga akan menjadi pijakan penting untuk mengembangkan inovasi alutsista lainnya. PT PAL menyebut, kemampuan yang diperoleh insinyur dalam program ini akan diaplikasikan ke platform otonom lain, termasuk kapal permukaan tanpa awak atau Unmanned Surface Vehicle (USV).
Keberhasilan uji coba ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin mampu berdiri sejajar dengan negara-negara yang lebih dulu mengembangkan teknologi pertahanan bawah laut modern. KSOT diharapkan dapat memperkuat pengawasan wilayah maritim strategis Indonesia yang sangat luas dan rawan ancaman eksternal.
Dengan target pengoperasian 30 unit pada 2026, KSOT akan menjadi lini terdepan sistem keamanan laut nasional yang mendukung operasi intelijen, pemantauan, dan perlindungan batas negara dari potensi gangguan.
PT PAL menegaskan komitmennya untuk terus menyempurnakan kemampuan KSOT pada fase produksi dan penyempurnaan berikutnya. Penguasaan teknologi otonom juga membuka peluang Indonesia menjadi pemain penting dalam industri pertahanan maritim global.
Melalui langkah besar ini, Indonesia membuktikan bahwa kemampuan teknologi dan inovasi nasional mampu menopang kemandirian pertahanan sekaligus menjaga setiap jengkal wilayah laut Nusantara dari ancaman yang datang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!