Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kabupaten Bekasi Didorong Jadi Kota Kreatif

📅 Sabtu, 19 Okt 2024, 03:28 WIB | Oleh:
Kabupaten Bekasi Didorong Jadi Kota Kreatif Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Menparekraf RI Sandiaga Salahudin Uno memamerkan batik eco print motif Gedung Juang 45 Bekasi saat menghadiri lokakarya kota kreatif di Cikarang, Jumat.

BEKASI - Kabupaten Bekasi diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem kota kreatif. Tujuannya, untuk meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah Bekasi.

"Saya mendorong agar Kabupaten Bekasi menjadi bagian ekosistem ekonomi kreatif Indonesia," kata Menparekraf Sandiaga saat menghadiri workshop kota kreatif di Cikarang, Jumat.

Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui 17 subsektor memprioritaskan usaha kecil dilakukan dengan strategi adaptasi, inovasi, serta kolaborasi.

Potensi atraksi, amenitas, serta aksesibilitas Kabupaten Bekasi akan dinilai melalui uji petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) untuk menentukan sektor ekonomi kreatif yang menjadi pilihan utama.

"Nanti dari hasil uji petik sub sektor yang jadi pilihan utama akan didorong sub-sub sektor lain," jelasnya. Strategi pengembangan tidak lepas dari prinsip gerak cepat, gerak bersama, dan gaspol. Dia minta untuk menggarap semua potensi lapangan kerja dan online. Semua dilakukan dengan kerja keras, cerdas, dan tuntas.

Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf, Oneng Setya Harini, menambahkan, PMK3I merupakan upaya pemerintah mendorong kebangkitan ekonomi kreatif daerah melalui skema uji petik. "Uji petik kota kreatif Kabupaten Bekasi dimulai dengan kesiapan pemerintah daerah sebagai titik fokus penyelenggaraan program ini," tandasnya.

Oneng menuturkan, dari target 27 kota kreatif, Kemenparekraf sudah melaksanakan 24. Jadi tinggal tiga daerah lagi, namun semua tergantung pada komitmen daerah. "Mudah-mudahan Kabupaten Bekasi bisa segera menyiapkan tahun ini, sehingga tahun depan bisa ditetapkan," harap Oneng.

Oneng melihat Kabupaten Bekasi memiliki banyak potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan.Ini terutama dengan tiga sub sektor menonjol: kriya, seni pertunjukan, dan kuliner. Wisata industri dan industri shooting perfilman Kabupaten Bekasi juga perlu dikembangkan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Iyan Priyatna, menjelaskan, upaya pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif menuju Bekasi kota kreatif ditopang potensi tiga destinasi atraksi. Ada Pantai Muara Bungin, Situ Cibereum, dan wisata sejarah Gedung Juang 45.

Kabupaten Bekasi juga ditunjang aksesibilitas mencakup transportasi. Ada jalan tol dan stasiun. Bekasi juga memiliki tujuh desa wisata. Sedangkan destinasi unggulan ada Pesona Wanajaya yang masuk 100 besar jaringan desa wisata nasional.

Tujuh desa wisata tersebut adalah desa wisata Hegarmukti, Pesona Wanajaya, Sunge Jingkem Sembilangan, Kawung Tilu Bojong Rangkas, Kampung Ciranggon, Kertarahayu, serta Situ Rawabinong. wid/Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.