Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jobstreet Paparkan Strategi bagi Pencari Kerja di tengah Tren “Talent War”

📅 Jumat, 16 Mei 2025, 22:55 WIB | Oleh:
Jobstreet Paparkan Strategi bagi Pencari Kerja di tengah Tren “Talent War” Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi talent war.

JAKARTA – Dalam momentum refleksi terhadap kondisi para pekerja Indonesia saat ini, para pekerja yang berada di tengah dinamika pasar tenaga kerja, terus menyampaikan aspirasi untuk merealisasikan industri ketenagakerjaan nasional yang lebih layak dan adil.

Di sisi lain, perusahaan justru tengah berlomba-lomba dalam mendapatkan talenta terbaik yang juga melatarbelakangi munculnya fenomena “talent war,” atau artinya perusahaan-perusahaan sangat selektif memilih kandidat pekerja dengan kesesuaian kriteria atau skill yang dibutuhkan. Situasi ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan akan tenaga kerja dengan keahlian spesifik, terutama di bidang teknologi dan digitalisasi menurut laporan Kementerian Tenaga Kerja.

Laporan eksklusif terbaru dari Jobstreet by Seek berjudul Hiring, Compensation & Benefits 2025 yang dilakukan kepada lebih dari 1,200 praktisi rekrutmen dan SDM mencatat bahwa 44 persen perusahaan berencana menambah karyawan permanen di paruh pertama tahun ini diikuti dengan 42 persen responden yang memprediksi aktivitas rekrutmen di paruh kedua tahun 2025 akan lebih aktif dibandingkan dengan tahun 2024 hal ini pun menunjukkan sebuah optimisme.

Selain itu, Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan jumlah angkatan kerja menjadi 153,05 juta orang pada Februari 2025, naik 3,67 juta orang dari tahun sebelumnya. Namun, dibalik peluang tersebut tidak dapat terhindar munculnya tantangan.

Di tengah munculnya badai PHK dan meningkatnya jumlah angkatan kerja, persaingan yang terjadi di antara kandidat pun semakin ketat. Oleh karena itu, para pencari kerja perlu menyiapkan diri secara strategis agar tidak hanya sebatas mencari dan melamar pekerjaan, tetapi juga memastikan bahwa mereka menjadi talenta yang menonjol dan relevan di mata perusahaan.

Pencari kerja perlu strategi saat menghadapi fenomena talent war. Dalam ekosistem yang kompetitif ini, Jobstreet by Seek memberi beberapa tips dan strategi untuk para pencari kerja agar tetap unggul di tengah dinamis nya pasar tenaga kerja:

1. Kuasai skill yang dibutuhkan industri, terutama digital dan alat AI

Kemampuan teknis dan digital kini menjadi nilai tambah yang dicari banyak perusahaan. Laporan Eksklusif Hiring, Compensation and Benefits dari Jobstreet by Seek mencatat bahwa 71% perusahaan mulai mempertimbangkan pengetahuan dasar tentang AI dalam proses rekrutmen. Meski belum menjadi persyaratan utama, keterampilan seperti analisis data, pemanfaatan AI tools, atau pemasaran digital bisa membuat kandidat lebih menonjol dibanding pelamar lain. Investasikan waktu untuk mempelajari skill ini bisa menjadi pembeda penting dalam persaingan di pasar tenaga kerja.

2. Targetkan melamar ke posisi pekerjaan yang kerap dicari perusahaan

Laporan eksklusif Jobstreet by Seek juga menunjukkan bahwa posisi di bidang Marketing, HR, Sales, Finance, dan IT menjadi beberapa posisi pekerjaan yang paling aktif dibuka sepanjang 2024. Dengan memahami tren ini, pencari kerja dapat menyesuaikan strategi saat melamar pekerjaan dan menyusun CV yang lebih relevan – khususnya dengan melakukan upskilling yang sesuai dengan posisi pekerjaan yang diinginkan.

3. Bangun personal branding secara profesional

Di era digital, para pencari kerja bukan hanya dinilai dari isi CV mereka, tetapi juga dari bagaimana mereka membangun citra profesional (personal branding) di platform pencari kerja atau komunitas industri. Profil yang aktif, rapi, dan mencerminkan keahlian serta minat karir akan memudahkan perekrut untuk menemukan dan mengenali nilai dari seorang kandidat. Para pencari kerja juga dapat berbagi wawasan, pengalaman, atau portofolio secara konsisten diantara komunitas ketenagakerjaan untuk memperkuat posisi dalam ekosistem profesional.

4. Jangan abaikan peluang kontrak/paruh waktu sebagai batu loncatan

Banyak pencari kerja enggan mengambil posisi kontrak atau part-time karena dianggap kurang stabil. Padahal, tren di 2024 menunjukkan peningkatan signifikan dalam perekrutan tipe pekerjaan ini. Laporan eksklusif Jobstreet juga mencatat bahwa perusahaan kini semakin fleksibel dalam membentuk tim kerja dan banyak dari posisi kontrak akhirnya berujung menjadi permanen. Bagi pencari kerja, ini bisa menjadi langkah awal yang berharga untuk membangun pengalaman dan relasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.