Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jika Ada Petugas Potong Dana BLTS, PT Pos Indonesia Minta Jangan Ragu Adukan

📅 Kamis, 23 Okt 2025, 19:19 WIB | Oleh:
Jika Ada Petugas Potong Dana BLTS, PT Pos Indonesia Minta Jangan Ragu Adukan Doc: Foto: Pos Indonesia
Ket. Seorang warga sedang lakukan pencairan BLT 2025 di Kantor Pos.

JAKARTA - PT Pos Indonesia meminta masyarakat, khususnya penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan adanya oknum petugas yang melakukan pemotongan dana bantuan.

Direktur Utama PT Pos Indonesia Haris saat ditemui di Jakarta, Kamis (23/10), menegaskan bahwa seluruh penerima bantuan berhak mendapatkan dana secara utuh sesuai ketentuan tanpa potongan apapun.

“Kami pastikan penyerahan bantuan dilakukan tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat jumlah. Di lokasi pembayaran pun kami pasang spanduk yang menegaskan tidak boleh ada potongan dengan alasan apapun,” kata dia.

PT Pos Indonesia secara khusus telah menyiapkan kanal pengaduan bagi masyarakat yang ingin melaporkan dugaan penyimpangan atau pungutan liar dalam proses penyaluran bantuan dari pemerintah itu.

Sebagaimana hasil pertemuan dengan Menteri Sosial, menurut Haris, sementara ini kuota penyaluran BLTS untuk lembaganya sebanyak 7,5 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Mereka adalah KPM yang belum memiliki rekening bansos reguler dari total sebanyak 35,04 juta penerima manfaat BLTS triwulan IV (Oktober- Desember).

“Sejak penyaluran bansos dilaksanakan pada tahun 2020, masa Covid-19 belum menerima laporan seperti itu. Tapi, kalau nanti ada, masyarakat jangan ragu untuk melapor. Kami sudah membuka saluran informasi untuk itu,” kata dia.

Ia memastikan PT Pos Indonesia akan terus menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial pemerintah, termasuk BLTS yang menyasar jutaan keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.

20251023191311_IMG_20251023_180321.jpeg

Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris (kanan) bersama. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kiri) memberikan keterangan terkait penyaluran bansos reguler dan bantuan langsung tunai sementara (BLTS) dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta, Kamis (23/10). Antara/M Riezko Bima Elko Prasetyo

Siap Menyalurkan

Diberitakan juga sebelumnya, PT Pos Indonesia menyatakan kesiapan menyalurkan semua jenis bantuan sosial, termasuk Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) berapapun jumlah keluarga yang akan menjadi sasaran penerima manfaat di seluruh daerah hingga ke pelosok.

Direktur Utama PT Pos Indonesia Haris saat ditemui di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa perusahaan sudah memiliki pengalaman yang teruji dalam penyaluran bantuan sosial, sehingga seluruh sumber daya dan sistem yang ada dipastikan siap menjangkau semua sasaran penerima manfaat itu.

“Sementara ini ada 7,5 juta penerima manfaat tapi masih perlu dipastikan lagi. Kami dari PT Pos Indonesia terus melakukan konsolidasi dengan Kementerian Sosial untuk memastikan data ini valid. Ya begitu datanya fix, Insya Allah kami sudah bisa mulai menyalurkan,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.