Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jepang Makin Menua, Tingkat Populasi Merosot Tajam

📅 Senin, 02 Feb 2026, 00:48 WIB | Oleh:
Jepang Makin Menua, Tingkat Populasi Merosot Tajam Doc: AFP

TOKYO - Sebanyak separuh dari 20 kota besar di Jepang yang masing-masing berpenduduk lebih dari 700 ribu jiwa mengalami penurunan jumlah penduduk dibandingkan 10 tahun lalu.

Penurunan jumlah penduduk itu antara lain dipengaruhi oleh rendahnya angka kelahiran, demikian berdasarkan analisis Kyodo News yang dirilis, Minggu (1/2).

Proyeksi hingga 2050 menunjukkan jumlah kota yang akan mengalami penyusutan penduduk diperkirakan meningkat menjadi 18 kota, meskipun sebelumnya kota-kota tersebut berhasil menarik penduduk muda dari wilayah sekitarnya.

Kitakyushu, yang terletak di wilayah barat daya Jepang, mencatat penurunan paling tajam di antara kota berstatus ordinance-designated city, yakni kota yang memiliki kewenangan setara dengan prefektur dalam sejumlah bidang, termasuk kesejahteraan sosial dan kesehatan masyarakat. Jumlah penduduk Kitakyushu turun 6,5 persen dari sekitar 970 ribu menjadi 910 ribu jiwa.

Menyusutnya jumlah penduduk mendorong para pembuat kebijakan untuk meninjau kembali sistem kota berstatus khusus tersebut, yang sejak awal didasarkan pada asumsi pertumbuhan penduduk.

Sistem ini diperkenalkan pada 1956 dengan asumsi adanya tingkat pertumbuhan populasi tertentu. Yokohama, Nagoya, Kyoto, Osaka, dan Kobe menjadi kota pertama yang memperoleh status tersebut pada tahun yang sama.

Seiring waktu, Shizuoka dan enam kota lainnya menyusul setelah pemerintah menurunkan syarat minimum jumlah penduduk dari satu juta menjadi 700 ribu jiwa untuk memperoleh status tersebut.

Berdasarkan perbandingan data registrasi penduduk dasar per 1 Januari 2015 dan 1 Januari 2025, Kitakyushu diikuti oleh Shizuoka yang mencatat penurunan 6,0 persen, dari sekitar 710 ribu menjadi 670 ribu jiwa.

Sebaliknya, analisis data menunjukkan Fukuoka mencatat kenaikan penduduk paling tinggi, yakni 8,2 persen menjadi sekitar 1,60 juta jiwa. Kota Saitama menyusul dengan kenaikan 7,1 persen menjadi sekitar 1,35 juta jiwa, sementara Kawasaki meningkat 6,2 persen menjadi sekitar 1,53 juta jiwa.

Berdasarkan data 2025 dan proyeksi 2050 dari Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial Jepang, hanya Fukuoka dan Kawasaki yang diperkirakan tidak akan mengalami penurunan jumlah penduduk hingga 2050.

Sejumlah pengamat menilai kota-kota berstatus khusus tersebut belum memperoleh alokasi sumber daya keuangan yang memadai dibandingkan dengan beban tugas yang kompleks.

Hal ini mendorong sebagian anggota parlemen lintas partai mengusulkan agar kota-kota tersebut diubah menjadi kota khusus yang berdiri independen dari pemerintah prefektur.

Sementara itu, dari 62 kota inti dengan jumlah penduduk sedikitnya 200 ribu jiwa, sebanyak 52 kota atau sekitar 84 persen juga menghadapi penurunan jumlah penduduk dibandingkan satu dekade lalu, menurut hasil analisis tersebut. Ant/Kyodo-OANA

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.