Jepang Luncurkan Kebijakan Ekonomi Darurat Redam Dampak Tarif AS
📅 Senin, 28 Apr 2025, 02:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Sumber: US International Trade Commission
Tokyo - Pemerintah Jepang pada akhir pekan lalu mengumumkan serangkaian kebijakan ekonomi darurat untuk meredam dampak dari kenaikan tarif Amerika Serikat (AS)
Rangkaian kebijakan tersebut terdiri dari lima pilar, termasuk dukungan pembiayaan bagi perusahaan dan langkah-langkah untuk menstimulasi konsumsi, dalam upaya untuk meredakan kekhawatiran bahwa tarif AS dapat membebani ekspor Jepang dan berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap ekonomi yang lebih luas, lapor Kyodo News pada Sabtu (27/4).
Seperti dikutip dari Antara, pemerintah Jepangjuga berjanji akan menurunkan harga bensin dan solar sebesar 10 yen Jepang per liter, memberikan subsidi untuk tagihan energi serta mempertimbangkan perluasan cakupan pinjaman berbunga rendah bagi perusahaan-perusahaan kecil mulai bulan depan, menurut laporan tersebut.
Dalam pertemuan untuk memetakan paket bantuan tersebut, Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba menyatakan bahwa tarif dari AS dapat secara substansial merugikan industri-industri domestik yang menjadi dasar negara, seperti industri otomotif dan baja.
"Sangat penting bagi kita untuk secara jelas menyampaikan kepada AS bahwa perusahaan-perusahaan Jepang telah memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi AS melalui investasi dan penciptaan lapangan kerja," imbuh Ishiba.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menteri Revitalisasi Ekonomi Jepang Ryosei Akazawa, yang menjadi perwakilan utama Jepang dalam negosiasi tarif dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump, merencanakan perjalanan selama tiga hari ke AS mulai Rabu (30/4) pekan depan untuk pembicaraan putaran kedua dengan para pejabat AS.
Kunjungan resmi kedua Akazawa ke Washington dipandang sebagai peluang bagi Jepang untuk mendorong pengecualian atau peninjauan kembali terkait tarif yang diberlakukan oleh pemerintahan AS, meskipun pihak AS mengatakan kepada Akazawa dalam pertemuan putaran pertama bahwa tidak akan ada pengecualian maupun perlakuan istimewa, sebut laporan itu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!