Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jelang Idul Adha, Pengawasan Hewan Kurban Diperketat

📅 Rabu, 08 Mei 2024, 09:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jelang Idul Adha, Pengawasan Hewan Kurban Diperketat Doc: ANTARA/Bambang Dwi Marwoto
Ket. Seorang petugas Keswan Disnakkan bersama relawan PMI melakukan vaksinasi hewan ternak sapi, di Desa Banyuanyar Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali.

BOYOLALI - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, kembali memperketat pengawasan terhadap lalu lintas hewan kurban jenis sapi dan kambing di wilayahnya, untuk mengantisipasi adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang Hari Raya Idul Adha 2024.

"Disnakkan antisipasi PMK menjelang Idul Adha dengan cara pengawasan lalu lintas ternak, di tempat penampungan dan penjualan hewan kurban sekaligus disinfeksi lokasi pemeriksaan hewan serta penyemprotan di pasar-pasar," kata Kepala Disnakkan Kabupaten Boyolali Lusia Dyah Suciati di Boyolali, Rabu (8/5).

"Kami juga gencar melakukan sosialisasi kepada para pedagang hewan ternak dan para Takmir Masjid terkait antisipasi PMK menjelang Idul Adha 1445 Hijriah," kata Lusia Dyah Sucianti.

Meskipun, kasus PMK di Boyolali sejak Januari 2024 tercatat ada sebanyak 41 ekor sapi yang dilaporkan positif PMK, tetapi hingga kini terus menurun setelah ditangani dengan cara pengobatan dan diisolasi dengan baik. Kasus PMK pada sapi di Boyolali kini semakin berkurang.

Menurut dia, kasus virus khususnya PMK di Boyolali memang belum 100 persen hilang. Jadi ini, masih rentan terhadap sapi-sapi yang belum divaksin. Memang di wilayah Boyolali pada Januari 2024, salah satu warga melaporkan ke Disnakkan setelah diinvestigasi ke lapangan bersama Balai Veteriner Wates, memang yang dilaporkan hasil cek laboratorium positif PMK. Setelah melakukan komunikasi memang sapi itu, belum divaksin dan pengadaan baru.

Disnakkan Boyolali dari kejadian tersebut melakukan langkah-langkah pertama membuat surat edaran Sekda kepada khususnya paguyuban dan Camat untuk mengimbau kepada masyarakat agar tidak mengadakan atau membeli sapi dari daerah wabah PMK.

"Hal itu, karena rentan dan sapi yang dibeli harus sapi sehat. Jika sesuai ketentuan dipastikan ada rekomendasi dari POV atau dulu namanya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Jadi hewan dari luar daerah ada jaminan sehat dan aman," katanya.

Jadi sapi kalau membeli dari daerah wabah tidak ada keterangan sehat tersebut rentan. Ternyata benar sapi itu, pengadaan baru dan belum divaksin sehingga positif PMK.

"Kami rapat dengan lurah pasar hewan dengan memperketat pengawasan di pasar hewan dan sebelum pasar dibuka dilakukan penyemprotan. Petugas dokter hewan dibagi rata dan dijadwalkan jika ditemukan sapi sakit di pasar hewan segera ditangani dan dipulangkan lebih dahulu dan tidak boleh menjualbelikan sapi yang tidak sehat," katanya.

Hal tersebut hingga sekarang masih berjalan, sehingga tidak ada pedagang yang berani menjual sapi yang sakit di pasar hewan. Pihaknya bertemu dengan paguyuban pedagang hewan yang intinya akan membangun bersama selalu respon terhadap laporan karena pihaknya mempunyai jaringan khusus. Sehingga, para pedagang atau peternak yang sapinya bergejala segera melaporkan melalui jaringan khusus itu, atau melalui lima UPT Disnakkan yang tersebar di Boyolali.

Boyolali merupakan salah satu daerah produksi daging sapi di Jawa Tengah. Populasi sapi potong di Boyolali hingga April 2024 mencapai 85.871 ekor, sapi perah 58.112 ekor, kerbau 646 ekor, dan kambing 49.392 ekor.

Sementara itu, Disnakkan Kabupaten Boyolali sebelumnya terus memperketat pengawasan terhadap lalu lintas ternak sapi di sejumlah pasar hewan di wilayahnya, terkait munculnya PMK. Kasus PMK pada sapi mulai muncul di Boyolali sejak Januari hingga kini di tiga kecamatan yakni Ampel, Cepogo, dan Tamansari.

Karena, peternak membeli sapi yang baru dan belum divaksin dan setelah dicek memang kondisi positif PMK. Peternak dengan sapi pembelian baru dan memang belum divaksin sehingga rentan PMK. Sapi yang dinyatakan positif tersebut di Kecamatan Apel, Cepogo, dan Tamansari. Hal ini, setelah diketahui ditangani oleh Disnakkan dan pihaknya langsung memperketat lagi pasar hewan di Boyolali, guna mencegah adanya sapi yang PMK.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.