Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jaga Kesehatan Anak Secara Holistik dengan Makanan yang Mengandung Prebiotik

📅 Rabu, 13 Mar 2024, 19:44 WIB | Oleh:
Jaga Kesehatan Anak Secara Holistik dengan Makanan yang Mengandung Prebiotik Doc: istimewa
Ket. perkembangan anak

JAKARTA - Penting bagi orang tua untuk memahami bahwa setiap kehebatan anak dimulai dari saluran cerna yang sehat. Sebab, saluran cerna merupakan salah satu organ penting dalam tubuh dengan peran untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan, bahkan bisa juga mempengaruhi suasana hati atau sosial emosionalnya.

Menjaga kesehatan saluran cerna sebagai otak kedua dan fondasi kesehatan secara holistik merupakan awal dari tumbuh kembang optimal anak di setiap tahapan usianya. Pembentukan dan perkembangan sistem saluran cerna sangat penting untuk diperhatikan, karena sistem saluran cerna merupakan organ yang kompleks.

Laporan Vighi G, dan kawan-kawan dalam Allergy and the gastrointestinal system. Clinical and Experimental Immunology (2008) menyebutkan, pada sistem saluran cerna terdapat sekitar 70 persen komponen sel daya tahan tubuh dan ada sekitar lebih dari 100 -500 juta sel saraf yang mempengaruhi sistem saraf.

Sigrid Breit dan kawan kawan dalam Vagus Nerve as Modulator of the Brain-Gut Axis in Psychiatric and Inflammatory Disorders (2018) saluran cerna juga berperan juga dalam pengaturan mood dan rasa kenyang. Sementara laporan Stephan C Bischoff, berjudul Gut Health: a new objective in medicine? (2011) sepanjang sistem pencernaan juga merupakan tempat bagi lebih dari 100 triliun mikrobiota saluran cerna.

"Menjaga kesehatan saluran cerna si kecil dapat menjadi landasan kesehatan anak secara keseluruhan di masa mendatang. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk menjaga kesehatan saluran cerna si kecil dimulai dari masa pembentukan dan perkembangannya," terang Dokter Spesialis Anak Konsultan dan Ahli Gastrohepatologi, Dr. dr. Muzal Kadim, Sp.A(K) melalui siaran pers Rabu (13/3).

Saluran cerna sebagai otak kedua manusia atauenteric nervous system(ENS), memiliki pengaruh yang penting dalam tumbuh kembang seorang anak. Karena, otak dan saluran pencernaan saling terhubung sebagaigut-brain axismenurut Marilia Carabotti dan kawan-kawan dalam The gut-brain axis: interactions between enteric microbiota, central and enteric nervous systems (2015).

"Fungsigut-brain axisini bisa mempengaruhi kinerja otak hingga menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, dimana nutrisi yang terserap optimal di usus bisa menjadi asupan untuk mendukung kinerja optimal otak dan mendukung sistem daya tahan tubuh," kata dr. Muzal.

Selain itu lanjutnya, usus yang sehat juga dapat mempengaruhi sosial-emosional anak, karena sekitar 90 persen serotonin diproduksi oleh sel-sel dalam usus dan akan mengalir ke seluruh tubuh melalui sirkulasi darah yang berperan penting dalam mengatur suasana hati ataumood, bahkan nafsu makan.

Mengingat pentingnya kesehatan usus untuk mendukung perkembangan dan kinerja otak serta kesehatan anak, maka asupan nutrisi hariannya harus terpenuhi dengan baik. Selain itu, untuk menjaga jumlah bakteri baik dalam usus anak tetap seimbang, perlu diberikan asupan prebiotik yang biasanya banyak terkandung dalam sumber makanan seperti buah- buahan, sayur-mayur, susu, kacang-kacangan, dan beberapa jenis akar sayuran.

"Sumber makanan dengan prebiotik lainnya adalah FOS (fructo- oligosaccharides) dan GOS (galacto-oligosaccharides) yang akan menjadi makanan bagi bakteri baik tersebut. Selain itu, untuk mendukung perkembangan optimal otak anak, penting juga untuk melengkapi nutrisi asam lemak rantai panjang seperti DHA, AA dan ALA/LA," tambah dr. Muzal.

Ia menegaskan, dengan pencernaan yang sehat, anak akan memiliki suasana hati yang baik untuk mendukung proses pembelajaran sosial emosionalnya. Sebab, kondisi emosi yang positif dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak.

Untuk itu, selain memastikan pencernaan anak sehat, Ibu juga harus memperhatikan dan menstimulasi perkembangan sosial emosional anak dengan baik sesuai dengan tahapan usianya. Perkembangan kognitif anak adalah hal yang bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, anak juga harus mengembangkan atau membangun emosi dan mentalnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K) mengatakan, perkembangan sosial dan emosional anak biasanya masih seringkali diabaikan oleh orang tua, guru, dan pengasuh lainnya. Orang tua dan guru harus paham bahwa anak-anak dengan perkembangan emosi yang sehat adalah mereka yang dapat mengekspresikan diri dengan cara yang positif.

"Sebab, perkembangan sosial dan emosional pada anak usia dini adalah bagaimana mereka mampu mengelola dan mengekspresikan berbagai emosi, baik itu positif maupun negatif," paparnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.