Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jadi Kunci Suksesnya Penyelenggaraan Haji, Kemenhaj Tekankan Pentingnya Siskohat

📅 Jumat, 23 Jan 2026, 08:20 WIB | Oleh:
Jadi Kunci Suksesnya Penyelenggaraan Haji, Kemenhaj Tekankan Pentingnya Siskohat Doc: antara foto
Ket. Fasilitator Layanan Siskohat, Fahmi di sela sesi pembekalan peserta pendidikan dan latihan (Diklat) calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (23/1).

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menekankan pentingnya Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) yang menjadi nyawa dan kunci suksesnya penyelenggaraan ibadah haji.

Siskohat memegang peran strategis dimana seluruh lini tugas penyelenggaraan haji, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga kesehatan, bergantung sepenuhnya pada keakuratan data yang dikelola sistem ini.

"Tugas Siskohat ini bagian yang strategis perihal data. Data itu adalah bagian utama dari penyelenggaraan. Informasi harus akurat, terlaksana, dan benar-benar bisa digunakan dalam seluruh lini tugas,” ujar Fasilitator Layanan Siskohat, Fahmi di sela sesi pembekalan peserta pendidikan dan latihan (Diklat) calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (23/1).

Fahmi menjelaskan bahwa inovasi teknologi terus dilakukan menyesuaikan dinamika di Arab Saudi. Salah satu pembaruan teknis adalah perubahan algoritma dan pembatasan penggunaan syarikah perusahaan penyedia layanan di Arab Saudi yang kini dibatasi maksimal dua entitas dalam sistem guna mengefektifkan pengawasan dan alur data.

Data yang diolah Siskohat mencakup spektrum yang luas, mulai dari data kloter, manifes jamaah, hingga data pergerakan jemaah, baik keberangkatan maupun kedatangan, di setiap Daerah Kerja (Daker). Kecepatan pengolahan data tersebut menjadi krusial mengingat mobilitas jamaah yang tinggi di Tanah Suci. Namun, teknologi canggih tidak akan efektif tanpa sumber daya manusia yang tangguh.

Fahmi menyoroti tantangan terbesar petugas Siskohat di lapangan adalah komunikasi dan daya tahan kerja. Mengingat sistem harus berjalan 24 jam non-stop, manajemen sumber daya manusia diatur secara ketat.

"Di setiap sektor harus ada minimal dua orang petugas Siskohat. Karena, mereka bekerja 24 jam, jadi dibagi dua shift masing-masing 12 jam. Sistemnya adalah komunikasi yang tidak boleh putus," ujar Fahmi yang berpengalaman bertugas di PPIH Daker Makkah.

Ia menekankan budaya kerja yang unik bagi petugas data, yaitu harus agresif dalam mencari informasi namun tetap berkepala dingin. Keterlambatan input data bisa berakibat fatal bagi pengambilan keputusan di level pimpinan.

"Saya bilang petugas harus bawel. Jangan baper kalau ditagih data atau harus menagih data ke divisi lain. Data itu harus cepat. Jangan sampai ada informasi yang belum didapatkan lalu petugas diam saja," ujar Fahmi.

Titik paling rawan dalam operasional Siskohat, menurut pemetaan yang dilakukan Kemenhaj adalah keterlambatan pembaruan data. Fahmi memberikan contoh kasus pada kedatangan jamaah.

Kondisi jamaah sangat beragam, ada yang sehat, ada yang sakit, bahkan masih dirawat di rumah sakit. Jika data kedatangan tidak segera diperbarui secara real-time, keberadaan dan kondisi jamaah tidak akan terpantau dengan akurat.

"Intinya kita fokus di data. Informasi harus update. Kalau data terlambat, itu bagian dari kerawanan," kata Fahmi.

Untuk mengamankan operasional haji 2026, Kemenhaj menurunkan tim yang berpengalaman. Saat ini tercatat sekitar 23 personel inti yang disiapkan, namun jumlah tersebut diproyeksikan akan bertambah untuk memenuhi kebutuhan pos-pos vital.

Sebagai gambaran, sektor Makkah yang memiliki 10 sektor membutuhkan setidaknya 20 petugas, sementara Madinah dengan lima sektor membutuhkan 10 petugas, belum termasuk tim di kantor Daker.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Menlu Marco Rubio Tegaskan ...
Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.