Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Istana: Keppres Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto Terbit Secepatnya

📅 Jumat, 01 Agu 2025, 13:30 WIB | Oleh:
Istana: Keppres Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto Terbit Secepatnya Doc: ANTARA
Ket. Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro (tengah) mengumumkan rangkaian acara peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (1/8/2025).

JAKARTA - Keputusan presiden (keppres) tentang pemberian abolisi untuk Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong), dan amnesti untuk terpidana korupsi Hasto Kristiyanto oleh Presiden RI Prabowo Subianto diterbitkan secepatnya setelah seluruh proses administrasinya rampung.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Jumat (1/8), menjawab pertanyaan wartawan soal keppres abolisi Tom Lembong dan amnesti Hasto.

Juri menyebut sejauh ini ia belum dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai keppres itu, berikut nomor, isi, dan tanggal diteken oleh Presiden Prabowo.

"Nunggu info lebih lengkap. Secepatnya (keppres diterbitkan, red.). Jangan lama-lama," kata Juri. 

Pernyataan yang sama juga disampaikan Juri saat ditanya tentang keppres abolisi dan amnesti saat jumpa pers di Kantor Presiden RI, Jakarta, Jumat pagi.

"Nanti, nunggu anu info lebih lengkap. Secepatnya (diterbitkan, red.)," ujar Juri.

Presiden Prabowo Subianto pada 30 Juli 2025 mengirimkan surat kepada DPR RI untuk meminta pertimbangan mengenai pemberian abolisi kepada Tom Lembong. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco, sehari setelahnya, pada Kamis (31/7), mengumumkan DPR menyetujui pemberian abolisi kepada Thomas Trikasih Lembong dalam kasus importasi gula di Kementerian Perdagangan RI pada periode tahun 2015–2016.

"DPR RI telah memberikan pertimbangan dan persetujuan terhadap Surat Presiden Nomor R.43/PRES/07/2025 tanggal 30 Juli 2025 tentang permintaan pertimbangan DPR RI atas pemberian abolisi atas nama saudara Tom Lembong," kata Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco di Kompleks MPR, DPR, DPD, Kamis malam.

Tom Lembong divonis hukuman penjara selama 4 tahun 6 bulan setelah majelis hakim menyatakan Tom terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan negara sebesar Rp194,72 miliar.

Tindak pidana korupsi yang diyakini dilakukan Tom Lembong, antara lain menerbitkan surat pengajuan atau persetujuan impor gula kristal mentah periode 2015–2016 kepada 10 perusahaan tanpa didasarkan rapat koordinasi antarkementerian serta tanpa disertai rekomendasi dari Kementerian Perindustrian. Tidak hanya hukuman penjara, Tom Lembong juga kena sanksi pidana denda sebesar Rp750 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar, maka diganti (subsider) dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Di lokasi yang sama, Sufmi Dasco mengumumkan DPR RI juga setuju terhadap keputusan Presiden Prabowo yang memberikan amnesti kepada 1.116 terpidana, termasuk Hasto Kristiyanto. Pernyataan Dasco itu menjawab Surat Presiden Nomor R.43/PRES/07/2025 tertanggal 30 Juli 2025. Hasto telah divonis oleh majelis hakim hukuman penjara selama 3 tahun 6 bulan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.