Israel-Hamas Sepakat Gencatan Senjata di Gaza, Sandera Dibebaskan
📅 Kamis, 16 Jan 2025, 09:10 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: CBS
DOHA - Qatar dan Amerika Serikat pada Rabu (15/1) mengumumkan gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera antara Israel dan Hamas. Kesepakatan diharapkan membuka jalan bagi berakhirnya perang di Gaza.
Setelah mediator mengatakan kesepakatan telah tercapai, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan "rincian akhir" sedang dikerjakan.
Netanyahu berbicara dengan Presiden AS Joe Biden dan Presiden terpilih Donald Trump pada hari Rabu untuk berterima kasih kepada mereka atas bantuan dalam mengamankan perjanjian tersebut, kata kantornya.
Presiden Israel Isaac Herzog, yang memegang peran seremonial, mengatakan kesepakatan itu adalah "langkah tepat" untuk membawa kembali sandera yang ditawan selama serangan Hamas 7 Oktober 2023 yang memicu perang.
Serangan yang paling mematikan dalam sejarah Israel, menewaskan 1.210 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP dari angka resmi Israel.
Sebaiknya Anda baca juga:
Serngan Israel berikutnya telah menghancurkan sebagian besar Gaza, menewaskan 46.707 orang, sebagian besar dari mereka warga sipil, menurut angka dari kementerian kesehatan wilayah yang dikuasai Hamas yang dianggap dapat dipercaya oleh PBB.
Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan sedikitnya 20 orang tewas dalam serangan Israel setelah perjanjian itu diumumkan.
Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim al-Thani mengatakan dalam konferensi pers hari Rabu bahwa "kedua pihak yang bertikai di Jalur Gaza telah mencapai kesepakatan", dan gencatan senjata di antara mereka akan berlaku pada hari Minggu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami berharap ini akan menjadi halaman terakhir perang ini, dan kami berharap semua pihak akan berkomitmen untuk melaksanakan semua ketentuan perjanjian ini," katanya.
Sementara itu, Biden mengatakan "sangat puas hari ini telah tiba", menyebut negosiasi tersebut sebagai salah satu yang "terberat" dalam kariernya.
Ia menambahkan fase kedua perjanjian yang belum dirampungkan akan membawa "akhir permanen perang". Ia "yakin" kesepakatan itu akan bertahan.
Para demonstran di Tel Aviv yang menyerukan pembebasan para sandera berpelukan ketika berita tentang kesepakatan itu tersebar. Sementara ribuan orang di seluruh Gaza merayakan kesepakatan yang dilaporkan itu.
"Saya tidak percaya mimpi buruk selama lebih dari setahun ini akhirnya berakhir. Kami telah kehilangan begitu banyak orang, kami telah kehilangan segalanya," kata Randa Sameeh, seorang pengungsi berusia 45 tahun yang mengungsi dari rumahnya di Kota Gaza.
Hamas mengatakan gencatan senjata tersebut merupakan "hasil keteguhan legendaris rakyat Palestina yang hebat dan perlawanan gagah berani kami di Jalur Gaza".
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!