Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Inggris dan Prancis Serukan Dilakukan Gencatan Senjata Berkelanjutan di Gaza

📅 Rabu, 20 Des 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Inggris dan Prancis Serukan Dilakukan Gencatan Senjata Berkelanjutan di Gaza Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Petugas medis mengangkat korban luka-luka ke sebuah rumah sakit di Gaza, baru-baru ini.

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Prancis Catherine Colonna pada Selasa (19/12) menyampaikan harapannya agar gencatan senjata segera dan berkelanjutan diterapkan di Gaza.

"Saya yakin upaya-upaya kami mengarah pada … keinginan untuk segera melakukan gencatan senjata yang berkelanjutan," kata Colonna dalam konferensi pers bersama Menteri Luar NegeriInggris, David Cameron di Paris, dilansir Anadolu.

"Apa yang ingin kami lihat adalah gencatan senjata sesegera mungkin, tetapi gencatan senjata itu harus berkelanjutan," kata Cameron.

Seperti dikutip dari Antara, Cameron berkunjung ke Paris dan Roma pada Selasa untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, dan rekan-rekan menteri luar negerinya, menurut pemerintah Inggris dalam sebuah pernyataan di situs webnya.

Dalam kunjungannya, Cameron "akan menyerukan peningkatan koordinasi antar sekutu untuk mengatasi situasi kemanusiaan yang menyedihkan di Gaza serta mempertahankan dukungan untuk Ukraina."

"Menteri Luar Negeri akan mengulangi seruannya untuk gencatan senjata yang berkelanjutan, yang mengarah pada perdamaian yang berkelanjutan, dan peningkatan koordinasi antar sekutu Eropa untuk memastikan bantuan penyelamat jiwa dapat masuk ke Gaza guna meringankan penderitaan rakyat Palestina," katanya.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dijadwalkan menggelar pemungutan suara pada Selasa pagi waktu New York mengenai rancangan resolusi yang menyerukan penghentian segera permusuhan di Gaza guna membuka akses bantuan kemanusiaan ke wilayah kantong tersebut.

Teks tersebut, yang disusun oleh Uni Emirat Arab (UAE), menegaskan kembali semua pihak yang berkonflik harus mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional.

Pembebasan Sandera

Teks tersebut juga menyerukan pembebasan semua sandera secepatnya dan tanpa syarat, dan mengutuk secara tegas semua pelanggaran hukum kemanusiaan internasional, termasuk serangan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil.

Inggris dan Prancis adalah dua dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, bersama dengan AS, Russia, dan Tiongkok.

Serangan Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan sedikitnya 19.453 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, menurut otoritas kesehatan di wilayah kantong tersebut.

Sementara itu, hampir 1.200 warga Israel diyakini tewas dalam serangan Hamas.

Sementara itu, Juru Bicara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Stephane Dujarric menyambut baik pembukaan perbatasan Kerem Shalom yang menghubungkan Israel dengan Jalur Gaza, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil yang terdampak konflik di kantong Palestina tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

22 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.