Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Industri Farmasi Perlu Diaudit Hulu-Hilir

📅 Sabtu, 05 Nov 2022, 07:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Industri Farmasi Perlu Diaudit Hulu-Hilir Doc: ISTIMEWA
Ket. Ilustrasi Industri Farmasi

JAKARTA - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) meminta pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh atas proses penerbitan izin edar obat dari mulai praregister hingga didistribusikan ke pasaran. Pemerintah juga harus memeriksa industri farmadi dari hulu hingga hilir.

"Kami merekomendasikan supaya pemerintah mengaudit secara komprehensif dari hulu ke hilir dalam proses sediaan farmasi di Indonesia, termasuk dari industri bahan baku farmasi," tegas Ketua BPKN, Rizal Edi Halim, dalam konferensi persnya di Jakarta, Jumat (4/11).

Permintaan evaluasi dan audit itu menjadi salah satu poin rekomendasi BPKN terhadap pemerintah terkait kasus gagal ginjal akut yang merenggut ratusan anak.

Adapun rekomendasi lainnya, terang Rizal, BPKN akan membentuk tim pencari fakta (TPF) guna mengusut kasus gagal ginjal akut. Terakhir, BPKN mendesak pemerintah menaikkan status penangangan penyakit ini menjadi kejadian luar biasa (KLB) kesehatan.

Sebagai informasi, sejak hari ini hingga akhir November BPKN membuka posko pengaduan kasus gagal ginjal akut pada anak. Posko itu dibuat untuk mendapatkan data dan informasi terkait korban. Prosedur pengaduan, kata dia, tidak rumit, asal identitas dan lokasi dirawat disampaikan.

Posko BPKN berada di Jalan Jambu Nomor 32, Menteng, Jakarta Pusat. Pengaduan online juga dibuka di seluruh media sosial BPKN, yakni di Instagram, Facebook, Twitter, dan TikTok. Permohonan advokasi juga bisa disampaikan melalui pesan WhatsApp di nomor 08153-153-153.

Dia berharap Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) yang ada di daerah dan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya (LPKS) di seluruh indonesia juga membuka posko pengaduan untuk mengidentifikasi kasus-kasus ini.

Pembentukan Posko bersama empat poin rekomendasi BPKN ini menindaklanjuti laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait peningkatan kasus gagal ginjal akut misterius atau acute kidney injury (AKI) yang mencapai 304 kasus per 31 Oktober 2022.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Jakarta International Photo...
Advertisement
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.