Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indocement Kok Hanya Minta Maaf Setelah Menghujani Warga dengan Semen

📅 Minggu, 17 Agu 2025, 16:24 WIB | Oleh:
Indocement Kok Hanya Minta Maaf Setelah Menghujani Warga dengan Semen Doc: ist
Ket. hujan semen

BOGOR – Setelah mengguyur hujan abu semen, kok PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk hanya minta maaf. Indocement menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas insiden jatuhan debu semen yang terjadi di sekitar Plant 5 Kompleks Pabrik Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

General Manager Operation Kompleks Pabrik Citeureup, Setia Wijaya dalam keterangannya di Bogor, Minggu, menjelaskan peristiwa tersebut bersifat insidental saat pabrik tidak beroperasi. Kejadian bermula ketika pekerja melakukan pembersihan sumbatan (clogging) pada bagian pemisahan material.

“Ketika lubang pemeriksaan dibuka, debu yang tidak terduga keluar dan tertiup angin besar ke arah pemukiman masyarakat. Mengetahui hal tersebut, pekerja kami segera menutup kembali lubang check hole, sehingga dalam waktu sekitar tiga menit kondisi langsung teratasi,” ujarnya.

Indocement kemudian berkoordinasi dengan masyarakat desa terdampak melalui kepala desa dan sekretaris desa serta menyampaikan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terulang. “Kami telah melakukan koreksi terhadap prosedur pembersihan sumbatan agar tidak dilakukan dalam kondisi angin kencang,” tambah Setia.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, hasil evaluasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menemukan adanya pelanggaran prosedur operasional standar (SOP) dalam produksi PT Indocement yang diduga menjadi penyebab insiden “hujan semen”.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, mulai dari sanksi administratif, denda, hingga sanksi lebih berat jika terbukti sebagai pelanggaran serius,” ujarnya melalui akun resmi media sosial.

Ia juga meminta masyarakat agar tetap tenang karena pemerintah akan hadir untuk memberikan perlindungan terhadap berbagai persoalan lingkungan di Jawa Barat.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Kecamatan Citeureup langsung menangani dampak insiden yang berlangsung di Desa Citeureup. Camat Citeureup Edy Suwito Sutono Putro mengatakan, material semen yang terbawa angin jumlahnya terbatas dan hanya berdampak pada warga di satu Rukun Warga (RW).

“Kejadiannya sekitar pukul 15.00 WIB saat pabrik melakukan pembersihan dan pemeliharaan alat produksi. Kejadiannya tidak berlangsung lama,” ujarnya. Edy menambahkan, pemerintah kecamatan telah memfasilitasi mediasi antara perusahaan, desa, dan warga pada Senin (11/8) untuk menyelesaikan persoalan secara musyawarah.

Ya sebaiknya warga diberi kompensasi, jangan sekadar minta maaf. Itu terlalu sederhana. Berjanji agar kejadian tidak terulang, juga sudah terlalu klasik. Mesti ada bentuk nyata kompensasi, misalnya, diberi uang untuk berobat dan dampat penyakit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

52 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.