Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IMF: Pemulihan Ekonomi Tiongkok Bisa Berlangsung Sangat Cepat

📅 Jumat, 20 Jan 2023, 00:00 WIB | Oleh:
IMF: Pemulihan Ekonomi Tiongkok Bisa Berlangsung Sangat Cepat Doc: ISTIMEWA
Ket. Kepala Ekonom IMF, Gita Gopinath

DAVOS -Tiongkok dapat melihat pemulihan tajam dalam pertumbuhan ekonomi dari kuartal kedua dan seterusnya berdasarkan tren infeksi saat ini setelah pembongkaran sebagian besar pembatasan Covid-19.

"Kami memperkirakan pertumbuhan di Tiongkok akan kembali, pulih kembali," kata Wakil Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF), Gita Gopinath, kepada Reuters dalam sebuah wawancara, di Davos, Rabu (18/1).

Berbicara kepada Reuters di sela-sela Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) di Davos, Gopinath juga menegaskan kembali seruan IMF kepada negara-negara untuk menghindari proteksionisme.

Seperti dikutip dari Antara, Gopinath memuji pembukaan kembali Tiongkok sebagai tanda positif, di samping indikasi siap untuk terlibat kembali dengan dunia.

"Melihat tren infeksi, dan jika terus berlanjut, kita dapat melihat pemulihan yang sangat cepat mulai setelah kuartal pertama tahun ini," kata Gopinath tentang lonjakan infeksi saat ini yang dilihat sebagai "gelombang keluar" terkait dengan pembukaan kembali ekonomi.

Ekonomi Tiongkok tumbuh 3,0 persen pada tahun 2022, salah satu kinerja ekonomi terburuknya dalam hampir setengah abad, terpukul oleh pembatasan Covid-19 yang ketat dan kemerosotan pasar properti.

Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan pertumbuhan Tiongkok pada tahun 2023 sekitar 4,9 persen, dengan beberapa dari mereka baru-baru ini meningkatkan perkiraan menjadi sekitar 5,5 persen.

Tekanan Inflasi Global

Gopinath mengatakan tingkat pertumbuhan "dalam rata-rata 4 persen-plus" kemungkinan akan berarti setiap tekanan inflasi global akan diimbangi oleh perlambatan permintaan di tempat lain.

"Tetapi jika pertumbuhan di Tiongkok datang jauh lebih kuat, yang merupakan kemungkinan maka kita bisa melihat lonjakan harga minyak atau harga energi lainnya," kata Gopinath.

Ditanya tentang pembacaan inflasi Amerika Serikat (AS), baru-baru ini yang menunjukkan pendinginan, Gopinath mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan dengan pasti apakah itu berarti inflasi akan turun kembali ke target Federal Reserve AS sebesar 2,0 persen.

"Jika kita mendapatkan pembacaan yang mirip dengan apa yang kita lihat dalam satu atau dua bulan terakhir selama beberapa bulan ke depan maka kita akan berada di tempat yang baik," katanya, mencatat bahwa pasar tenaga kerja tetap ketat.

Gopinath menegaskan kembali kekhawatiran IMF bahwa ketegangan geopolitik akan membawa negara-negara ke arah proteksionisme saat mereka mencoba menopang keamanan ekonomi mereka.

Sebelumnya, Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, dalam panel WEF di Davos, menegaskan perkiraan IMF untuk pertumbuhan global melambat menjadi 2,7 persen tahun ini dari sekitar 3,2 persen tahun lalu. "Sejak awal tahun, kita melihat beberapa kabar baik, kita juga memperkirakan pada tahun 2023 pertumbuhan akan turun, untuk memulai proses di mana ketimbang mengalami kenaikan justru menurun," kata Georgieva.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

34 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.