Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IMF Minta Negara-negara Prioritaskan Perangi Inflasi

📅 Senin, 27 Jun 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
IMF Minta Negara-negara Prioritaskan Perangi Inflasi Doc: Sumber: World Economic Outlook, April 2022 - KJ/ON

>> Bila inflasi tinggi dan berlangsung lama, biaya, dan risiko jangka panjangnya akan lebih berat.

>> Kebijakan-kebijakan ekonomi antarnegara harus dilakukan dengan mengedepankan sinergitas untuk kepentingan bersama.

WASHINGTON - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva, pada akhir pekan lalu, menekankan pentingnya negara-negara di dunia memerangi inflasi saat ini untuk menopang prospek pertumbuhan ekonomi global di masa depan.

Menurut Gerogieva, upaya memerangi inflasi tersebut dipastikan akan menyebabkan "kesakitan" bagi konsumen dalam jangka pendek.

"Sukses dari waktu ke waktu (dalam menurunkan harga) akan bermanfaat bagi pertumbuhan global, tetapi beberapa kesulitan untuk mencapai kesuksesan itu bisa menjadi harga yang harus dibayar," kata Georgieva, saat IMF memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) pada 2022 sebesar 0,8 poin persentase menjadi 2,9 persen.

Georgieva mengatakan IMF percaya Amerika Serikat dapat lolos dari resesi, tetapi memperingatkan bahwa prospek itu memiliki risiko penurunan "signifikan".

Pengamat Ekonomi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata, yang diminta pendapatnya mengatakan inflasi yang tinggi tentu memberatkan konsumsi sementara pertumbuhan ekonomi memang potensial membawa inflasi. Maka, makin cepat ekonomi tumbuh, risiko inflasi juga meninggi. "Ini tipikal umum yang diyakini. Bila inflasi tinggi dan berlangsung lama, biaya dan risiko jangka panjangnya akan lebih berat. Dengan kerangka ini, inflasi ditekan dengan membatasi pertumbuhan ekonomi," kata Gunadi.

Dalam kondisi yang kritis, jelasnya, mungkin sampai pada sengaja membiarkan pertumbuhan ekonomi menjadi negatif selama beberapa waktu atau terjadi resesi.

Namun, resesi membawa implikasi menyakitkan juga bagi masyarakat. Bagi negara dengan tingkat kesejahteraan yang sudah tinggi, strategi ini mungkin bisa diterima. Tetapi akan menjadi sangat berat bagi negara-negara dengan ekonomi di lapis tengah ke bawah.

Resesi akan membuat daya beli masyarakat pun anjlok. Bila kecepatan pengurangan dampak inflasi lebih lambat dari kecepatan pengurangan beban masyarakat akibat resesi, biaya sosial dan politik bisa melonjak dengan cepat.

"Menjadikan resesi sebagai senjata untuk melawan inflasi demi pertumbuhan yang lebih berkualitas di masa depan membutuhkan kebijakan-kebijakan lain khususnya dalam merawat kesakitan yang dirasakan oleh masyatakat. Tepatnya, minimal harus ada serangkaian kebijakan jaminan sosial," papar Aloysius.

Namun demikian, pilihan tersebut juga tidak murah, dan tidak semua negara, apalagi menengah ke bawah, mempunyai kemampuan yang cukup untuk melakukannya. Sebab itu, strategi resesi juga tidak boleh berlama-lama. Malah mungkin akan berguna bila tidak semata demi mengendalikan inflasi, tetapi juga demi mengatur penggunaan sumber daya (alam) dan energi secara lebih hemat (seperti yang diusung oleh pendukung Degrowth theory).

"Dan lebih peduli terhadap perubahan iklim, sebenarnya juga merupakan buah dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam kurun waktu yang panjang," tandas Aloysius.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Dua Kisah Dunia di Hari yan...
Megapolitan
Ketika Listrik Menjadi Fond...
133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

03 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.