IDI Kota Bekasi Ungkap Faktor Penyebab Serangan Jantung dan Solusi Pengobatan
📅 Selasa, 07 Jan 2025, 12:46 WIB | Oleh: Redaktur_iklan
Doc: Freepik/EyeEm
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bekasi idibekasi.org mengungkapkan, salah satu penyakit yang bisa menyerang terutama orang dewasa adalah serangan jantung. Data Riskesdas (2018) menunjukkan bahwa 1,5%, atau 15 dari 1.000 orang di Indonesia, menderita penyakit jantung. atau dikenal secara medis dengan infark miokard. Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terhenti dengan cepat.
IDI Kota Bekasi adalah organisasi sebagai wadah profesi bagi para dokter di Indonesia, didirikan pada tanggal 24 Oktober 1950. IDI berkomitmen untuk membangun kesehatan masyarakat melalui berbagai program dan kolaborasi dengan sektor lain.
Untuk memastikan bahwa semua tenaga medis yang beroperasi di wilayah tersebut memiliki lisensi yang sah dan memenuhi standar yang ditetapkan, IDI Kota Bekasi meningkatkan pengawasan terhadap izin praktik dokter. Selain itu, organisasi ini berpartisipasi dalam pembangunan kesehatan lokal melalui kerjasama lintas sektor, yang mencakup program kesehatan masyarakat.
IDI Kota Bekasi saat ini sedang melakukan penelitian lebih lanjut terkait penyebab serangan jantung dan obat yang direkomendasikan bagi penderitanya.
Apa saja penyebab terjadinya serangan jantung?
Sebaiknya Anda baca juga:
IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Kota Bekasi menjelaskan bahwa erangan jantung dapat terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terganggu atau terhenti, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan jantung. Berikut adalah beberapa penyebab utama terjadinya serangan jantung meliputi:
1. Kolesterol tinggi
Kadar kolesterol dalam darah yang melebihi batas normal, atau hiperlipidemia, atau dislipidemia, dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri, meningkatkan risiko serangan jantung. Kadar kolesterol LDL yang tinggi juga dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri.
Sebaiknya Anda baca juga:
2. Tekanan darah tinggi
Berdasarkan informasi terbaru mengenai Oppo Tekanan darah tinggi, juga dikenal sebagai hipertensi, didefinisikan sebagai kondisi di mana tekanan darah sistolik lebih dari atau sama dengan 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg. Tekanan darah tinggi memiliki potensi untuk merusak arteri dan mempercepat proses aterosklerosis.
3. Obesitas atau kelebihan berat badan
Kelebihan berat badan, atau obesitas, berpotensi menyebabkan serangan jantung. Obesitas juga meningkatkan tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi, yang merupakan faktor risiko lainnya untuk serangan jantung.
4. Faktor genetik serta pola hidup tidak sehat
Faktor riwayat keluarga memang dapat menyebabkan serangan jantung. Keluarga yang memiliki riwayat penyakit jantung dapat meningkatkan risiko seseorang mengalaminya. Gaya hidup seseorang juga dapat memengaruhi kesehatan, konsumsi makanan berlemak berlebihan meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit jantung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!