IDAI: Gejala Psikosomatis Remaja Kerap Membingungkan Tenaga Medis
📅 Kamis, 21 Agu 2025, 05:30 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Freepik
JAKARTA - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyoroti fenomena gejala psikosomatis pada remaja. Keluhan fisik yang sering muncul meski hasil pemeriksaan medis normal ini kerap membingungankan tenaga medis.
Anggota Satgas Remaja IDAI, Braghmandita Widya Indraswari, mengatakan kondisi ini sering membingungkan tenaga medis.
"Kadang hasil pemeriksaan baik, tapi keluhan tetap ada," ujar dia dalam seminar daring ‘Kesehatan Mental Pada Remaja’ yang diselenggarakan oleh IDAI, Selasa (19/8) lalu.
Menurut Andita, masalah bisa berasal dari faktor psikososial seperti perundungan atau konflik keluarga. Akibat kondisi mental yang memburuk, para remaja kerap mengeluhkan nyeri dada, sakit kepala, hingga sesak napas.
"Anak bisa menyampaikan stres dalam bentuk keluhan fisik. Hal ini disebut sebagai gejala psikosomatis,” ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menambahkan remaja tidak selalu langsung terbuka pada dokter. Proses menggali riwayat psikososial sering membutuhkan waktu lebih lama.
Dalam paparannya, Andita mengatakan tatalaksana pengobatan bergantung pada diagnosis dan tingkat keparahan gejala. Terapi suportif seperti Cognitive Behavior Therapy (CBT) bisa menjadi pilihan awal.
"Jika diperlukan, pasien dapat dirujuk ke subspesialis sesuai masalah yang dihadapi. Namun dukungan keluarga tetap menjadi kunci paling awal pemulihan kondisi mental remaja,” ucap Andita. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!