'I Don't Like Monday', Tak Siap Hadapi Hari Senin? Coba Bajak Otakmu
📅 Minggu, 11 Jun 2023, 12:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Shutterstock/Rachata Teyparsit
Cristina R. Reschke, RCSI University of Medicine and Health Sciences dan Jolanta Burke, RCSI University of Medicine and Health Sciences
Jika kamu benci hari Senin, kamu tak sendirian.
Setelah beberapa hari libur kerja, banyak dari kita yang mengalami kesulitan untuk kembali ke rutinitas dan tanggung jawab pekerjaan. Bahkan, kamu bisa mengalami ketakutan dan kecemasan pada akhir pekan, biasa kita kenal dengan sebutan "Sunday scaries".
Kamu mungkin tak selalu bisa mengubah jadwal atau tuntutan kerjamu agar membuat hari Seninmu lebih menyenangkan, tetapi kamu dapat "memprogram ulang" otakmu untuk bisa melihat minggumu secara berbeda.
Sebab otak kita menyukai prediktabilitas dan rutinitas. Riset menunjukkan bahwa kurangnya rutinitas terhubung dengan penurunan kesejehateraan dan tekanan psikologis. Meskipun akhir pekan lekat dengan waktu yang santai dan menyenangkan, otak kita sebetulnya bekerja keras untuk menyesuaikan dengan perubahan rutinitas yang tiba-tiba ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kabar baiknya, otak kita tak butuh terlalu banyak usaha untuk menyesuaikan dengan kebebasan dan kurangnya rutinitas pada akhir pekan. Namun, beda masalahnya ketika kita kembali ke aktivitas yang kurang menyenangkan, seperti menggarap hal-hal yang harus dikerjakan pada Senin pagi.
Salah satu cara untuk menyesuaikan dengan perubahan setelah lewatnya akhir pekan adalah mengenalkan rutinitas yang bertahan sepanjang minggu dan mampu membuat hidup kita lebih bermakna. Bisa saja ini termasuk menonton acara TV favoritmu, berkebun atau pergi ke gym. Akan sangat membantu untuk melakukan hal-hal ini pada jam yang sama setiap harinya.
Rutinitas meningkatkan rasa koherensi, suatu proses yang membuat kita memahami teka-teki peristiwa-peristiwa yang terjadi di kehidupan. Ketika kita sudah menetapkan rutinitas, entah itu bekerja lima hari dalam seminggu dan mengambil dua hari libur atau terlibat dalam serangkaian aktivitas tiap harinya, hidup kita lebih bermakna.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rutinitas penting lain yang perlu diterapkan adalah rutinitas tidur. Studi menunjukkan bahwa untuk bisa menikmati hari Senin, waktu tidur yang konsisten bisa jadi sama pentingnya dengan berapa lama kamu tidur atau kualitas tidurmu.
Perubahan dalam pola tidur dapat menimbulkan "jetlag sosial". Sebagai contoh, tidur telat dari biasanya dan lebih lama saat hari libur dapat menimbulkan ketidaksesuaian antara jam tubuh dan tanggung jawab sosial. Ini berkaitan dengan tingkat stres yang lebih tinggi pada Senin pagi.
Cobalah untuk menetapkan waktu tidur dan bangun, serta hindari tidur siang. Kamu mungkin juga bisa membuat rutinitas "istirahat" selama 30 menit sebelum tidur, dengan mematikan atau menyimpan perangkat digitalmu dan mempraktikkan teknik relaksasi.
Membajak hormonmu
Hormon juga dapat memainkan peranan untuk menentukan apa yang kita rasakan tentang hari Senin.
Kortisol, misalnya, adalah hormon multifungsi yang penting. Hormon ini membantu-di antaranya-mengontrol metabolisme, mengatur siklus tidur-bangun, dan respons kita terhadap stres. Hormon ini biasanya dilepaskan sejam sebelum kita bangun tidur (ia membantu kita untuk merasa terbangun) dan terus menurun hingga keesokan paginya, kecuali jika kita berada di bawah tekanan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!