Hari Bhayangkara Ke-78, Polres Natuna Fasilitasi Pelajar Sekolah Luar Biasa Pasarkan Kerajinan
📅 Sabtu, 28 Jun 2025, 13:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
NATUNA – Kepolisian Resor (Polres) Natuna, Kepulauan Riau, memfasilitasi pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk memasarkan hasil kerajinan tangan kepada masyarakat melalui kegiatan bazar dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-78.
Kapolres Natuna, AKBP Novyan Aries Efendie, di Natuna, Sabtu (28/6), mengatakan kegiatan bazar digelar di Pantai Piwang Kacamatan Bunguran Timur, pada Sabtu pagi.
Acara tersebut diikuti oleh siswa SLB, mahasiswa, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara," ucap dia.
Untuk menarik minat masyarakat, kegiatan dikemas dalam bentuk acara terpadu yang juga menghadirkan senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, serta hiburan musik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kegiatan tersebut turut didukung sejumlah instansi dan lembaga, antara lain Pemerintah Kabupaten Natuna, TNI, Basarnas, PLN, dan beberapa perbankan lokal.
Jumlah peserta yang hadir untuk mengikuti senam bersama mencapai ratusan orang. Untuk meningkatkan peluang penjualan produk, ia mengajak peserta untuk berkeliling melihat langsung stand-stand bazar dan berdialog dengan pelaku usaha.
Langkah ini diambil, untuk mendorong masyarakat mengenal dan membeli produk lokal, termasuk dari anak-anak berkebutuhan khusus.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Selain kegiatan-kegiatan ini, kita juga sudah melakukan berbagai kegiatan dan akan menggelar beberapa kegiatan lainnya," ujar dia.
Sementara itu, Wakil Bupati Natuna, Jarmin, mengatakan Pemkab Natuna terus mendorong kegiatan serupa secara berkelanjutan dilakukan, agar produk pelaku usaha lokal semakin dikenal dan punya nilai jual.
Pemkab Natuna lanjut dia, melalui Dekranasda dan dinas terkait juga terus berupaya membimbing pelaku usaha agar produknya tembus pasar luar, dengan membawa produk lokal untuk di pamerkan ke ajang antar daerah di Kepri dan nasional.
"Kita terus berupaya mencari jalan agar produk yang dimiliki oleh pelaku usaha dikenal dan digemari oleh masyarakat nusantara hingga mancanegara," ucap dia.
Dalam kesempatan yang sama, guru vokasi daur ulang SLB Natuna, Lily Wahyuni Hasibuan, menjelaskan siswa SLB memamerkan berbagai kerajinan tangan berbahan barang bekas, seperti tas, tempat tisu, kotak hias, dan sabun.
Harga dari kerajinan bervariasi dengan rentang harga termahal tidak lebih dari Rp50 ribu rupiah per item.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!