Wow! Ekosistem Burung Kicau di Indonesia Bernilai Hingga Rp2 Triliun
📅 Minggu, 03 Mei 2026, 13:40 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan bahwa ekosistem burung kicau di Indonesia memiliki nilai ekonomi yang besar, dengan angka mencapai Rp1,7 triliun hingga Rp2 triliun.
Dirinya dalam Festival Lomba Burung Berkicau dan Kuliner UMKM di Jakarta, Minggu (3/5), menyampaikan potensi ini dinilai akan terus meningkat seiring dengan semakin maraknya penyelenggaraan lomba burung berkicau di berbagai daerah.
“Kalau lomba burung berkicau semakin banyak, maka dampaknya juga semakin besar. Kalau kita lihat nilai ekonomi dibalik kicau burung itu sekitar Rp1,7 sampai Rp2 triliun. Ekspor kita burung hias itu tahun lalu sekitar Rp12,5 miliar,” ucapnya.
Budi menjelaskan, geliat lomba burung berkicau tidak hanya berdampak pada hobi semata, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor usaha yang terhubung langsung dalam rantai ekosistem tersebut, mulai dari peternak burung, pelaku breeding, hingga industri pendukung seperti pakan dan perlengkapan.
“Karena ini burung ternak, jadi peternaknya semakin banyak, breeding semakin banyak, kemudian pembuat sangkar burung semakin banyak, pabrik pakan semakin banyak, peternak jangkrik juga banyak, karena jangkrik salah satu makanan burung, kemudian juga tentu penjual, penjualnya akan semakin banyak,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, Mendag menegaskan bahwa pengembangan ekosistem kicau burung juga sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan. Ia menekankan bahwa burung yang dilombakan merupakan hasil ternak, bukan tangkapan dari alam liar, sehingga tidak mengancam populasi burung di habitat aslinya.
“Ingin memperkenalkan kepada kita semua, bagaimana kita mencintai lingkungan, bagaimana kita melestarikan burung-burung kicau, dan kita sama sekali yang dilombakan bukan burung liar, jadi burung ternak,” katanya lagi.
Pemerintah kata dia, berkomitmen untuk terus mendorong penyelenggaraan lomba burung berkicau yang lebih baik dan ramai di masa mendatang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!