Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Minyak Naik, Situasi Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasokan

📅 Selasa, 30 Jan 2024, 11:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Naik, Situasi Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasokan Doc: CNA/REUTERS/Andrew Kelly
Ket. Seorang pengendara mengisi bensin di sebuah pompa bensin di Manhattan, New York City, AS pada 11 Agustus 2022.

SINGAPURA - Harga minyak bangkit kembali pada awal perdagangan Selasa (30/1), menyusul penurunan lebih dari 1 persen pada sesi sebelumnya, karena meningkatnya ketegangan geopolitik di wilayah produsen utama di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran pasokan.

Minyak mentah berjangka Brent naik 17 sen, atau 0,21 persen, menjadi $82,57 per barel.Minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 17 sen, atau 0,22 persen, menjadi $76,95 per barel.

Kedua kontrak tersebut turun lebih dari $1 pada hari Senin karena krisis real estate yang semakin parah memicu kekhawatiran mengenai permintaan dari Tiongkok, konsumen minyak mentah terbesar di dunia, setelah pengadilan Hong Kong memerintahkan likuidasi raksasa properti China Evergrande Group.

"Harga minyak yang diperdagangkan di atas US$80/bbl kembali memperhitungkan sejumlah premi risiko geopolitik karena gejolak terus terjadi di kawasan Timur Tengah. Hal ini bisa memudar dalam waktu satu atau dua minggu jika tidak ada reaksi keras dari AS," kata DBS Bank. tim sektor energi dipimpin Suvro Sarkar.

"Jika hal ini memburuk menjadi kebuntuan AS-Iran dan sanksi yang lebih ketat, maka kami memperkirakan harga minyak akan bertahan pada kisaran US$80-100/bbl untuk beberapa waktu," tambahnya.

Washington berjanji akan mengambil "semua tindakan yang diperlukan" untuk membela pasukannya menyusul serangan pesawat tak berawak mematikan di Yordania yang dilakukan oleh militan yang didukung Iran, yang merupakan kematian pertama militer AS sejak perang Israel-Gaza dimulai, sehingga membuat pasar gelisah.

"Jika ketegangan AS-Iran meningkat, terutama melalui konfrontasi langsung, risiko pasokan minyak Iran akan terkena dampak buruk akan meningkat. Ekspor minyak Iran kemungkinan besar paling rentan akibat potensi penerapan sanksi yang lebih besar," kata analis Commonwealth Bank of Australia, Vivek Dhar, dalam sebuah pernyataan. sebuah catatan.

Iran mengekspor 1,2-1,6 juta barel minyak mentah per hari sepanjang tahun 2023, tambah Dhar, mewakili 1-1,5 persen pasokan minyak global.

"Cara Iran merespons meningkatnya ketegangan AS juga akan menentukan arah pasar minyak. Kekhawatiran utamanya adalah Iran mengancam akan memblokade Selat Hormuz, yang menjadi tempat transit 15-20 persen pasokan minyak global," tambahnya.

Kenaikan juga terjadi menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve, ketika Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memulai pertemuan dua hari pada hari Selasa.

Para pengambil kebijakan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil, namun beberapa investor yakin bank sentral AS dapat menghilangkan bias kenaikan suku bunganya.Suku bunga yang lebih rendah berdampak positif bagi harga minyak, dan selanjutnya dapat meningkatkan permintaan.

Pasar kini memperkirakan peluang penurunan suku bunga Fed pada bulan Maret sebesar 47 persen, alat CME FedWatch menunjukkan, turun dari 88 persen pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, persediaan minyak mentah dan sulingan AS diperkirakan turun pada minggu lalu sementara stok bensin terlihat meningkat, menurut jajak pendapat Reuters.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.