Hakim Federal di Texas Larang Pil Aborsi di Seluruh AS
📅 Sabtu, 08 Apr 2023, 14:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AP/Eric Gay
WASHINGTON - Seorang hakim federal di Texas mencabut izin atas pil aborsi yang aman dan efektif pada Jumat (7/4). Pukulan baru dalam pertempuran konservatif melawan hak-hak reproduksi di AS.
Jika berlaku, keputusan hakim yang ditunjuk Donald Trump itu akan membatalkan izin yang diberikan Food and Drug Administration (FDA) untuk obat yang banyak digunakan untuk menghentikan kehamilan yang tidak diinginkan.
FDA dan Departemen Kehakiman mengajukan banding terhadap keputusan tersebut pada hari Jumat. Presiden Joe Biden berjanji untuk "melawan keputusan ini".
"Gugatan, dan putusan ini, merupakan langkah lain yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam upaya menghilangkan kebebasan dasar perempuan dan membahayakan kesehatan mereka," katanya dalam sebuah pernyataan.
Namun, beberapa saat kemudian seorang hakim di negara bagian Washington memutuskan dalam kasus terpisah bahwa akses ke obat tersebut harus dipertahankan di negara-negara bagian lain.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adu pendapat hukum, dan banding, akan membawa masalah ini ke Mahkamah Agung.
Panel yang didominasi kaum konservatif tahun lalu membatalkan putusan penting Roe v. Wade yang telah mengabadikan hak perempuan untuk melakukan aborsi selama setengah abad.
Reaksi terhadap putusan Texas itu cepat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Biden menyebutnya sebagai serangan ideologis terhadap hak dan kebebasan perempuan.
"Pengadilan ... telah mengganti keputusannya untuk FDA, badan ahli yang mengizinkan obat-obatan," katanya."Jika keputusan ini tetap berlaku, maka hampir tidak ada resep, yang disetujui oleh FDA, yang akan aman dari serangan politik dan ideologis semacam ini."
Presiden American Medical Association, Jack Resneck, mengatakan bahwa mengizinkan hakim ikut campur dalam "peninjauan ilmiah yang luas, berbasis bukti, ... proses FDA yang mapan, adalah sembrono dan berbahaya."
Planned Parenthood, salah satu kelompok pro-aborsi terbesar di AS, mengatakan, keputusan Hakim Matthew Kacsmaryk yang merupakan mantan aktivis konservatif, merupakan serangan terhadap sains.
"Kita semua harus marah karena satu hakim dapat secara sepihak menolak bukti medis dan mengesampingkan persetujuan FDA atas obat yang telah digunakan dengan aman dan efektif selama lebih dari dua dekade," kata presiden kelompok itu Alexis McGill Johnson.
Putusan Kacsmaryk diputuskan setelah koalisi kelompok anti-aborsi menggugat untuk membekukan distribusi mifepristone secara nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!