Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gunung Bromo Ditutup bagi Wisatawan untuk Pemulihan Ekosistem

📅 Senin, 06 Apr 2026, 16:30 WIB | Oleh:
Gunung Bromo Ditutup bagi Wisatawan untuk Pemulihan Ekosistem Doc: ANTARA/Irfan Sumanjaya
Ket. Arsip foto - Sejumlah mobil pengantar wisatawan terparkir di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (24/12).

Malang, Jawa Timur -- Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyatakan penutupan kawasan Gunung Bromo dari aktivitas wisata pada 6-12 April 2026 sebagai upaya memulihkan ekosistem hingga meningkatkan kualitas layanan pariwisata.

"Benar, Bromo ditutup pada 6 April mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan 12 April pukul 10.00 WIB. Seminggu ke depan kami menyiapkan berbagai langkah sebagai momentum pemulihan ekosistem, sekaligus meningkatkan kualitas layanan wisata," kata Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama di Kota Malang, Jawa Timur.

Balai Besar TNBTS menyatakan penutupan kawasan Gunung Bromo sebagai penguatan komitmen pengelolaan kawasan yang lebih berkelanjutan setelah berlangsungnya momen libur panjang Lebaran 2026.

Selama libur Lebaran, yakni pada 21-24 Maret 2026, Gunung Bromo telah dikunjungi sebanyak 24.671 wisatawan.

Secara akumulasi pada Maret 2026, destinasi pariwisata yang membentang mulai dari wilayah Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang menjadi jujukan bagi 79.223 wisatawan.

Jumlah kunjungan wisata pada Maret lebih tinggi dibandingkan periode Januari dan Februari 2026.

"Total kunjungan wisata Januari 65.891 wisatawan. Sedangkan, Februari ada 45.738 wisatawan," ucapnya.

Selama jadwal penutupan berlangsung, pihak balai besar akan melaksanakan kegiatan bersih-bersih kawasan pasca libur panjang dan sosialisasi Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) pada 6 April 2026.

Pada 7 April dan 9 April 2026 diselenggarakan pelatihan bagi pelaku jasa transportasi jip dan kuda yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Kemudian pada 8 April, Balai Besar TNBTS menyelenggarakan peningkatan kapasitas pelaku jasa wisata transportasi di wilayah Kabupaten Malang dan kegiatan bakti sosial.

Lalu, pada 13 April 2026, pihak balai besar melakukan groundbreaking penataan JLKT.

Endrip berharap sejumlah langkah tersebut mampu memberikan kebermanfaatan bagi ekosistem dan masyarakat yang tinggal di sekitaran wilayah Gunung Bromo.

"Sehingga ke depannya Bromo tetap lestari dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi semua," tutur Endrip.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.