Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gerak Cepat, Pemkot Mojokerto Siapkan Operasi Pasar Tekan Kenaikan Cabai

📅 Selasa, 31 Okt 2023, 00:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, Pemkot Mojokerto Siapkan Operasi Pasar Tekan Kenaikan Cabai Doc: ANTARA/dokumentasi
Ket. Ilustrasi cabai.

Kota Mojokerto - Gerak cepat, Pemerintah Kota Mojokerto, Jawa Timur menyiapkan operasi pasar dalam rangka untuk menekan kenaikan harga cabai merah yang kini cenderung naik di sejumlah pasar tradisional di wilayah setempat.

Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya saat dikonfirmasi dari Mojokerto, Senin mengatakan pihaknya menggelar operasi untuk menekan kenaikan harga cabai tersebut.

"Insya Allah besok operasi pasar," katanya.

Di Kota Mojokerto, sesuai data dari sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto menyebutkan jika pada hari ini harga cabai merah keriting sebesar Rp43 ribu atau naik Rp3 ribu per kilogram dibandingkan dengan dengan hari sebelumnya.

Kemudian harga cabai merah besar pada hari kemarin Minggu (29/10) sebesar Rp30 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp32 ribu per kilogram. Begitu juga dengan cabai rawit merah yang mengalami kenaikan cukup banyak yakni Rp55 ribu per kilogram atau naik Rp5 ribu dibandingkan hari kemarin yang mencapai Rp50 ribu per kilogram.

Selain cabai rawit, untuk komoditas lainnya masih cenderung stabil seperti daging ayam pada kisaran Rp32 ribu per kilogram, bawang merah Rp16 ribu per kilogram dan juga bawang putih Rp32 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang di Pasar Tanjung Anyar Siti mengatakan harga cabai rawit mulai mengalami kenaikan sekitar sepekan ke belakang.

"Kenaikan harga cabai rawit terjadi secara bertahap dalam kurun waktu sepekan. Tidak langsung naik awalnya itu Rp50 ribu terus Rp55 ribu Kalau penyebabnya saya tidak tahu kenapa," ujarnya.

Akibat dari kenaikan harga tersebut banyak pembeli yang terpaksa mengurangi jumlah pembeliannya dari yang biasanya beli 1 kilogram kini harus dikurangi menjadi setengah kilogram.

"Berkurang belinya, karena harganya yang cenderung naik. Kami berharap harga segera turun dan menjadi normal kembali," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

39 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.