Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gerak Cepat, Pemkab Cianjur Gelar Pasar Pangan Murah Tekan Kenaikan Harga Sembako

📅 Senin, 04 Des 2023, 06:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, Pemkab Cianjur Gelar Pasar Pangan Murah Tekan Kenaikan Harga Sembako Doc: ANTARA/Ahmad Fikri
Ket. Pedagang cabai di Pasar Induk Cianjur, Jawa Barat, mencatat sepi pembeli karena harga cabai merangkak naik sejak satu bulan terakhir.

Cianjur - Gerak cepat, Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskuperdagin) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggelar pasar pangan murah di setiap kecamatan guna menekan kenaikan harga kebutuhan pokok atau sembako yang terus merangkak naik sejak satu bulan terakhir.

Kepala Diskuperdagin Cianjur, Komarudin di Cianjur, Minggu, mengatakan untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok, pihaknya rutin menggelar pasar pangan murah di sejumlah pasar tradisional dan pusat kecamatan dengan melibatkan petani lokal.

"Permintaan tinggi pasokan kurang karena selama ini, pasar di Cianjur masih mengandalkan pasokan dari luar daerah seperti Bandung dan Brebes, Jawa Tengah, sehingga harga kebutuhan pangan terutama cabai dan bawang mengalami kenaikan," katanya.

Dia menjelaskan harga cabai di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Muka dan Pasar Induk Cianjur (PIC) dijual Rp100 ribu per kilogram atau naik Rp50 ribu per kilogram, sedangkan harga cabai keriting merah dijual Rp80 ribu per kilogram dari harga normal Rp50 ribu per kilogram.

Sama halnya dengan cabai rawit hijau dijual Rp60 ribu per kilogram dari harga normal Rp30 ribu per kilogram. Sedangkan bawang merah biasa dijual Rp27 ribu per kilogram naik menjadi Rp30 ribu per kilogram.

"Kami berupaya untuk menekan kenaikan harga dengan menggelar pasar pangan murah melibatkan petani untuk stok dan agen serta penyedia kebutuhan pokok di tingkat lokal termasuk melibatkan Bulog Cianjur, setiap pekan di setiap kecamatan," katanya.

Sedangkan pedagang kebutuhan pangan di Pasar Induk Cianjur, mengatakan kenaikan harga kebutuhan pangan dan kebutuhan pokok sudah terjadi sejak satu bulan terakhir karena minim-nya hasil panen petani di sejumlah wilayah penghasil akibat cuaca ekstrem.

"Kenaikan cabai dan bawang sudah terjadi sejak awal November karena faktor cuaca, sehingga pasokan barang kurang ke pasar-pasar, khususnya ke Pasar Cianjur, selama ini pasokan berasal dari luar kota seperti Bandung Barat, Garut dan Brebes, Jateng" kata pedagang cabai di Pasar Induk Cianjur, Alif (29).

Ia memprediksi kenaikan harga terjadi menjelang masuknya bulan puasa tahun depan seiring tingginya permintaan, namun kenaikan tidak akan sampai melambung karena panen diperkirakan meningkat seiring datangnya musim hujan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

59 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.