Gerak Cepat, Distan Mukomuko Usulkan Pembelian 2.000 Dosis Vaksin Cegah Rabies
📅 Senin, 30 Okt 2023, 00:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Ferri
Mukomuko - Gerak cepat, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, tahun 2024 mengusulkan anggaran pembelian sebanyak 2.000 dosis vaksin pencegah rabies untuk hewan, seperti anjing, kucing, dan monyet peliharaan warga setempat.
"Untuk di APBD 2024 kami mengusulkan 2.000 dosis, mudah-mudahan usulan terakomodasi," kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Diana Nurwahyuni di Mukomuko, Minggu.
Menurutnya, usulan pembelian vaksin rabies tersebut lebih sedikit dibandingkan kebutuhan daerah ini untuk mencegah hewan mengidap penyakit tersebut, yakni sebanyak 7.000 dosis.
Data populasi hewan penular rabies di daerah ini akhir 2022 tercatat sebanyak 10.000 ekor, sedangkan tahun ini jumlah hewan tersebut bertambah lagi.
Menurutnya, idealnya vaksinasi untuk mencegah penyakit rabies 70 persen dari jumlah populasi hewan peliharaan warga.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kalau idealnya 70 persen dari populasi hewan sebanyak 10.000 ekor berarti 7.000 dosis yang kita butuhkan, kalau sekarang kurang dari 10 persen," ucapnya.
Ia memastikan, satu-satunya cara untuk mencegah penyakit rabies pada hewan peliharaan warga dengan vaksinisasi.
Ia mengatakan, bahwa selama ini pemerintah daerah mengandalkan bantuan dari pemerintah provinsi untuk memberikan vaksin kepada hewan penular rabies di daerah ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah daerah setempat tahun ini mendapatkan bantuan sebanyak 900 dosis vaksin untuk mencegah rabies dari pemerintah provinsi.
Bantuan sebanyak 900 dosis vaksin dari pemerintah provinsi tersebut telah disalurkan dua tahap, yakni tahap pertama 500 dosis dan tahap kedua 400 dosis.
Dari sebanyak 900 dosis vaksin rabies itu, katanya, hanya tersisa puluhan dosis vaksin, dan dalam dekat ini semua vaksin telah selesai diberikan kepada hewan penular rabies.
Sedangkan pelayanan terhadap hewan yang diduga rabies menggigit manusia, ia meminta kepada warga menghubungi puskeswan melalui nomor siaga puskeswan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!